sakuratoto

Narkotika Merajalela Di Indonesia

 NEWS
Alternatif Link Ligaasiapoker

Narkotika Merajalela Di Indonesia Dan Sudah Memakan Ribuan Korban Jiwa

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

IndoharianNarkotika Merajalela Di Indonesia

 

Indoharian – Wakil Ketua Badan Advokasi Partai Golkar Muslim Jaya Butar Butar telah menyatakan kalau prihatin atas beredarnya obat-obatan terlarang yang saat ini semakin banyak Narkotika Merajalela di Indonesia

Apalagi, menurut Wakil Ketua Badan Advokasi Partai Golkar itu, akhir-akhir ini penyelundupan obat-obatan terlarang ke Indonesia sangat sering.

Hal ini dibuktikan ketika tertangkapnya 2,6 ton obat-obatan jenis Sabu oleh pihak kepolisan di kapal Sunrise Glory berbendera Negara Singapura di selat Philips, Batam, Kepulauan Riau pada tanggal 7 Februari 2018 dan 20 Februari 2018.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Bupati Rita Ditangkap KPK Karena Ketentuan Bayar Izin Lingkungan
Partai ALP Bergabung Dengan Indonesia Untuk…
Bawaslu Memanggil Perindo Karena..

 

“Penyeludupan obat-obatan jenis sabu dari Cina semestinya menjadi perhatian pemerintah dengan serius dikarenakan tingkat kerjasama yang dilakukan oleh pedagang dan pembeli sangatlah besar dan masif sehingga sangat mudah dimanfaatkan oleh pengedar narkotika jaringan internasional untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan surat yang diterima pada hari Rabu (7/3/2018).

Beliau memberi nasehat kepada Pemerintah agar hal seperti ini Direktorat jendral Bea Cukai dan Kemenhub direktorat jendral perhubungan laut harus lebih berhati-hati lagi dikarenakan jaringan pengedaran Narkotika Merajalela di Indonesia.

“Jaringan narkotika yang memasuki Indonesia tentu saja melewati jalur laut dimana patroli laut dan perbatasan Indonesia harus lebih ketat dijaga. Jika dipikir secara logis tak akan mudah obat-obatan untuk masuk ke Indonesia tanpa adanya kerjasama dengan pihak yang membantu mereka masuk ke Indonesia. Oleh karena itu pemerintah harus segera memberantas oknum-oknum yang membantu jaringan-jaringan narkoba di Indonesia khususnya oknum yang berpatroli dilaut,” ujarnya.

Peredaran narkotika jenis sabu adalah hasil penilaian dari mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mengatakan ada sekitar 250 TON Narkotika jenis sabu dari cina yang memasuki Indonesia yang diartikan bahwa 2,6 ton sabu yang tertangkap masih sedikit dari 250 ton narkotika jenis sabu.

Pengedaran narkotika jenis sabu semakin marak dan jumlah korban meninggal akibat narkotika jenis sabu sudah mencapai 15.000 orang pertahun.

“Berdasarkan situasi dan kondisi yang memprihatinkan maka dari itu Badan Advokasi Partai Golkar meminta pemerintah segera bertindak cepat, karena kejahatan narkotika masuk kedalam kategori yang sangat berbahaya sebagaimana tindak pidana korupsi.”

Sebab menurutnya, Pengadilan tindak pidana narkotika sangat terburu-buru dan dibutuhkan segera agar pejabat pemberantasan tindak pidana narkotika mempunyai satu lembaga pengadilan yang hanya khusus menyidang terdakwa penyalahgunaan nakotika dan tidak digabung dalam pengadilan umum.

Badan Advokasi Partai Golkar juga mendesak agar Pemerintah segera memperbaiki UU Narkotika No 35 tahun 2009 dikarenakan UU Narkotika yang sekarang sangat tidak memenuhi dalam memberikan efek takut terhadap pelaku tindak pidana narkotika yang saat ini Narkotika Merajalela di Indonesia.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate</a

totokita

Related Posts

Leave a Reply