NasDem Kritik Kivlan Soal Tudingan Komunis, Lihat Penjelasannya!

NasDem Kritik Kivlan Soal Tudingan Gandeng Komunis: Kivlan Cari Panggung

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianNasDem Kritik Kivlan Soal Tudingan Komunis, Lihat Penjelasannya!

 

Indoharian – Ketua DPP Partai NasDem kritik Kivlan Irma Suryani Chaniago sangat meminta Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk tidak asal berbicara dan sengaja menuduh Partai Nasdem dan juga dua partai pendukung Joko Widodo lainnyam Golkar dan juga PDIP telah menjalankan kerja sama bersama dengan China soal Partai Komunisme.

Menurut dari seorang Irma tuduhan Kivlan Zen itu bermain-main dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

NasDem kritik Kivlan “Kivlan Zen punya data tidak, jangan asal bicara yang tidak benar. Kebiasaan dirinya cari nama,” kata Irma pada hari Minggu (14/10/2018).

Pada tahun 2015, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pernah bertemu bersama dengan Wakil Presiden Partai Komunis Tiongkok (PKT) Gou Yezhou. saat itu, NasDem dan PKT membahas soal pendidikan politik bagi kedua belah pihak.

Menurut dari seorang Irma, Partai NasDem memang menjalankan komunikasi dengan sejumlah partai luar negeri, namun hal tersebut hanya sebatas diskusi dan bertukar informasi.

“Ini biasa, kami juga bertukar informasi dengan UMNO Malaysia, sebatas diskusi bukan menjalankan kerjasama. Memangnya NasDem ini negara bisa bekerjasama dengan China,” ucapnya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Gamal Pengganti Ratna Di Tim Prabowo, Begini Tanggapan Sandi
Ngabalin Soal Kenaikan BBM Dan Sebut Jokowi Takut Kalah!
WOW! Andi Arief Kritik BBM Dan Sebut PDIP Dengan Kata Ini!

 

Ucap Irma, bentuk komunikasi tersebut bisa dilakukan dengan pertukaran anggota legislatif antara NasDem dengan partai di luar negeri.

“Misalnya, Malaysia, kita bertukar informasi soal permasalahan TKI, data tenaga kerja kita di Malaysia,” ucapnya.

Karena hal tersebut, Irma sangat meminta Kivlan tidak asal menuduh Partai NasDem. “Tidak ada itu kerjasama dengan komunis,” ucapnya.

Dalam bertukar pikiran ‘Membedah Agenda Politik Komunisme dan Khilafah pada Pilpres 2019’ di Jakarta, Sabtu (13/10/2018), Kivlan mengatakan tiga partai pendukung petahana Joko Widodo mengatakan kerja sama dengan China soal paham komunisme.

Kivlan menuduh ada kerja sama kaderisasi paham komunisme yang dijalin PDIP, NasDem, Golkar dengan Partai Komunis China.

“PDIP tanda tangan bersama untuk pengaderan, sekarang NasDem juga ikut dengan Partai Komunis China untuk melakukan pengaderan,” ucap Kivlan,”Golkar juga ikut setelah yang Setya Novanto masuk penjara ini. Sama-sama tanda tangan pengaderan dari China.”

Selain dari hal itu, Kivlan juga menuding Jokowi mendapat suntikan dukungan dalam Pilpres 2019 dari golongan yang dirinya katakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Tanpa menunjukkan bukti konkret, dirinya menceritakan bahwa golongan yang dirinya katakan PKI telah menyambangi Jokowi saat masa kampanye lima tahun lalu.

Menanggapi tudingan tersebut NasDem kritik Kivlan dan kubu Jokowi tidak akan tinggal diam. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Mohamad Guntur Romli berencana menyeret penyebar hoaks soal tudingan Komunis kepada Jokowi ke jalur hukum.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *