banner 468x60

Pak Jokowi Rela Makan Dawet Bu Dermi Sambil Berdiri, karena..

 KULINER, POLITIK, WISATA
banner 468x60

Kedai Dawet Bu Dermi Ini, Pak Jokowi Rela Makan Sambil Berdiri

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Kedai Dawet Bu Dermi Ini, Pak Jokowi Rela Makan Sambil Berdiri

 

IndohHarian – Jika Anda berkunjung ke Pasar Gede Hardjonagoro, Solo, jangan ragu utk mampir ke kedai es dawet Bu Dermi.

Letaknya yang berada di dalam pasar, sehingga ketika menyantap es dawet yg digemari masyarakat luas, Anda akan disuguhkan pemandangan keseharian aktivitas pasar.

Adalah Rut Tulus Subekti, sosok yang di balik jajanan dawet telasih Bu Dermi.

Dia adalah generasi ke 3 yang kini meneruskan usaha es dawet yg mulai dibuka sejak tahun 1930-an.

“Telah 15 tahun jualan es dawet, pelanggan di sini macam – macam. Pak Jokowi dulu juga kerap mampir ke sini waktu sebelum menjadi orang nomor satu di Indonesia (Presiden),” ucap Utit sapaan akrabnya.

Menurut Utit, kedainya yang hanya berukuran sepetak tersebut tidak pernah sepi dari pembeli.

Bahkan wisatawan mancanegara pun kerap mampir ke kedainya.

Kecilnya kedai yg dimiliki Bu Utit sepertinya tidak cukup menampung para penggemar es dawet.

Bahkan, saking ingin segera melahap kesegaran es dawet, tak sedikit orang yg rela menyantapnya sambil berdiri.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Sate Taichan 13 Varian dan Sambalnya Melimpah!!
Kabar Gembira!! Makanan Khas Jepang Kini Hadir Di AEON Mall
Ini Dia Asal Usul Jalan Dago, Ada yang Tahu?

 

“Pak Jokowi juga dulu minum es dawet ya kadang – kadang sambil berdiri,” ucap Utit seraya mengenang.

Rupanya alasan semua orang yg rela menikmati es dawet Bu Dermi ini sambil berdiri, karena es dawetnya masih sangat menjaga ketradisionalnnya.

Dalam satu porsi es dawet, disajikan juga ketan hitam, tape ketan, jenang sumsum, biji telasih, cairan gula dan santan dgn tambahan es batu yg menyegarkan tenggorokan.

Selain itu juga, es dawet khas Solo berbeda dgn es dawet di tempat lainnya seperti di daerah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah.

Bila es dawet yang dijual di Butuh, Purworejo ia berwarna hitam, maka di Solo berwarna hijau.

Selain itu perbedaan lainnya tampak terlihat dari penggunaan gula jawa.

Es Dawet Telasih tidak menggunakan gula jawa seperti dawet yg dijual di Butuh.

Begitu dicicipi, rasa manis tidak terlalu terasa tajam di lidah. Menyeruput kuah santan yg dingin serta biji telasih membuat ketagihan dan serasa ingin terus menambah lagi.

Es dawet telasih Bu Dermi dibuka mulai pukul 08.00 WIB dan tutup kembali pada pukul 15.00 WIB, maka jangan heran jika pada pagi hari jajanan yg dibanderol dengan kisaran harga Rp 8.000 per mangkuk ini telah diserbu penikmatnya.

Jangan berharap bila Anda selalu bisa mendapatkan tempat duduk dan meja saat menyantapnya.

Bu Utik hanya menyediakan bangku dgn panjang sekitar satu meter utk para pembeli.

Jika tidak mendapat duduk saat menyantap es dawet Bu Dermi, Anda harus berdiri di depan warung dan tidak jarang terganggu oleh hilir mudik pengunjung Pasar Gede.
Namun, itulah sensasi yg dapat dirasakan ketika menyantap langsung di lokasi dibandingkan jika membeli dan dibawa pulang kerumah.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply