sakuratoto

PANAS!! RI Protes Saudi, Apakah WNI Dilarang Jadi TKI?

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

Ternyata RI Protes Saudi Karena Melakukan Eksekusi WNI Tanpa Pemberitahuan Kepada Indonesia

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – PANAS!! RI Protes Saudi, Apakah WNI Dilarang Jadi TKI?

 

Indoharian – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan bahwa Pemerintah RI sudah menyampaikan keberatan atau protes terkait dengan eksekusi mati terhadap warga negara Indonesia yang bernama Tuti Tursilawati, RI Protes Saudi terkait dengan hal itu.

Tuti, yang merupakan pekerja migran, di eksekusi tanpa pemberitahuan kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI).

Menurut Retno, Pemerintah RI menerima informasi pada hari Senin (29/10/2018) pagi waktu Saudi bahwa terpidana Tuti Tursilawati sudah di eksekusi mati.

“Setelah menerima kabar itu, saya menghubungi Menlu Arab Saudi untuk menyampaikan protes dan concern yang mendalam karena pelaksanaan hukuman mati terhadap Tuti dilakukan tanpa notifikasi kekonsuleran,” ungkapnya.

Retno mengaku sudah memanggil dan bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Bali untuk menyampaikan protes terkait dengan kasus Tuti, dalam pertemuan itu, Retno juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada Pemerintah Arab Saudi.

“Saya tadi pagi memanggil Dubes Arab Saudi. Saya menyampaikan concern mendalam dan protes kita mengenai pelaksanaan hukuman mati tanpa notifikasi kekonsuleram,” ujar Retno.

RI Protes Saudi juga sudah di sampaikan Retno kepada Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir, dalam kesempatan itu, Retno, mewakili pemerintah untuk menyampaikan belasungkawa kepada Tuti Tursilawati.

“Saya atas nama pemerintah dan pribadi menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga Tuti,” ucapnya.

Menurut Retno, tim dari Kementerian Luar Negeri juga sudah mengunjungi keluarga Tuti untuk menyampaikan secara langsung berita duka ini.

Retno menuturkan bahwa pemerintah sudah berupaya maksimal dalam pendampingan hukum terhadap Tuti.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Artis Digaet Parpol? Apakah Hanya Sebuah Taktik?
DENDAM!! Jokowi Membubarkan Ormas HTI?
Setelah Rumah Ajudan Bupati, Kini Rumah Sekda Cirebon Digeledah

 

“Kami mengupayakan apapun untuk meringankan hukuman Tuti,” tutur Retno.

Tuti Tursilawati merupakan tenaga kerja Indonesia asal Desa Cikeusik, Majalengka, Jawa Barat, Tuti divonis mati oleh pengadilan di Arab Saudi pada Juni 2011 dengan tuduhan membunuh majikannya.

Nisma Abdullah, Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia yang mendampingi kasus itu sejak awal, mengatakan, pembunuhan itu tak di sengaja lantaran Tuti membela diri dari upaya pemerkosaan majikannya.

Selama bekerja di rumah majikan itu, menurut Nisma, Tuti kerap mendapat pelecehan seksual hingga pemerkosaan.

Eksekusi mati Tuti senada dengan eksekusi mati atas Siti Zaenab pada April 2015, oleh karena itu RI Protes Saudi yang melakukan eksekusi tanpa melakukan pemberitahuan terlebih dahulu.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply