Pantes Saja, Rupanya Ini Penyebab Djarot-Sihar Kalah Pilkada!!

Penyebab Djarot-Sihar Kalah Pilkada Menurut Arsul PPP

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoHarian – Pantes Saja, Rupanya Ini Penyebab Djarot-Sihar Kalah Pilkada!!

 

IndoHarian – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai kekalahan pasangan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) dari pasangan nomor urut satu Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah pada pilgub Sumatera Utara (Sumut) merupakan sangat wajar. Penyebab Djarot-Sihar kalah pilkada pun beberkan PPP.

Sekretaris Jendral (sekjen) PPP Asrul Sani membocorkan faktor penyebab kekalahan dari pasangan yang telah diusung oleh PDIP tersebut.

Kata Asrul, faktor yang pertama yaitu dukungan mesin politik, partai pendukung. Pasangan Djarot-Sihar kalah jumlah dari sisi partai pendukung.

Djarot-Sihar diusungkan oleh PDIP juga PPP, Sedangkan lawan pilih mereka Edy-Musa atau sering disebut Ijeck mendapatkan dukungan dari tujuh partai politik yaitu Demokrat, PAN, PKS, Gerindra, Hanura, Nasdem, dan Golkar.

“Tentu secara teoritisnya mesin partai itu. Ketika semakin banyak partai yang mengusung itu struktur partai yang bekerja semakin banyak,” ucap Arsul di kompleks parlemen, Jakarta, pada hari Kamis (28/6/2018).

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Curang!! Pilkada Tangerang Diulang, Ini Sebabnya
Djarot Kalah Di Medan, PDIP Kalah Quick Count!!
Edy-Musa Pemenang Pilgub Sumut, Djarot Pulang Kampung!

 

Faktor lain yang menjadi penyebab Djarot-Sihar kalah pilkada menurut Arsul yaitu penggunaan isu suku agama ras dan antargolongan selama kampanye Pilgub Sumut. Dia mengklaim Sumatera Utara menjadi satu-satunya wilayah yang masih menggunakan isu SARA pada pilkada serentak 2018.

“Ini tentu harus jadi perhatian kita semua termasuk katakan lah Pak Edy Rahmayadi dan Pak Ijeck agar keadaan ini diubah. Karena apa? Karena memang isu SARA ini harus kita perangi bersama supaya terhapus dari kehidupan sosial politik masyarakat kita,” ucapnya.

Meski demikian, Arsul tetap mengakui jika faktor ketokohan Djarot-Sihar yang masih kalah kuat dibandingkan dengan sosok Edy-Musa.

“Tidak bisa dipungkiri tapi tentu banyak faktor termasuk itu. Faktor isu SARA dan kemudian faktor sentimen terhadap parpol yang mengusung,” ucapnya.

KPU Sumut masih sedang melakukan perhitungan suara riil (real count) dalam pilkada Sumut 2018.

Data sementara yang telah menunjukkan paslon cagub dan cawagub Sumatera Utara, Edy-Musa masih terus unggul dibandingkan dengan pesaingnya.

Berdasarkan dari persentase data formulir c1 yang telah masuk pada situs infopemilu.kpu.go.id sebesar 63.79% pada hari Kamis (28/6/2018) pukul 10.30 WIB, duet Edy-Musa menggunguli dengan selisih sebanyak sembilan persen yang merupakan penyebab Djarot-Sihar kalah pilkada.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *