sakuratoto

Partai Demokrat Membantah Bergabung Jokowi Yang Maju Sebagai Capres

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

Partai Demokrat Membantah Bergabung Jokowi Sebagai Calon Presiden Pejawat 2019

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

Indoharian – Partai Demokrat Membantah Bergabung Jokowi Yang Maju Sebagai Capres

 

Indoharian – Partai Demokrat Membantah Bergabung Jokowi sebagai calon presiden pejawat 2019.

Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menegaskan, Demokrat sampai saat ini belum menentukan sikap soal arah koalisi, Demokrat menilai keputusan tersebut masih jauh dan tidak ingin melandaskan pada emosi.

“Tetapi, kita hanya ingin memastikan bahwa keputusan kami nanti secara hitung-hitungan itu tepat dan timing nya juga tepat,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat.

Bagi Didik, terlalu dini jika Demokrat telah menentukan sikap terkait koalisi di pemilihan presiden 2019, apalagi waktu yang ada saat ini masih cukup panjang bagi parpol untuk menimbang-nimbang keputusan paling tepat.

Didik melanjutkan, Demokrat Membantah Bergabung Jokowi dan juga memperhatikan aspek waktu dan momentum dalam membuat perhitungan demi menghasilkan keputusan yang matang.

“Menjelang Agustus atau pendaftaran, sikap Demokrat baru akan kita ambil,” kata Didik.

Sementara, Romahurmuziy mengungkapkan, berdasarkan sumber terpercaya, akan ada dua parpol yang bergabung ke koalisi Jokowi pada bulan ini, dua partai tersebut sudah mengadakan pembicaraan serius dengan Jokowi belum lama ini.

Bahkan Romahurmuziy membeberkan bahwa kemungkinan besar akan ada semacam deklarasi dukungan dari salah satu atau kedua partai masih bersyarat, yakni Jokowi harus mengambil kadernya sebagai calon wakil presiden.

Berbeda dengan Demokrat, seusai menerima kedatangan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di kanton DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengisyaratkan akan kembali melanjutkan koalisi.

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berharap partainya dapat terus menjadi bagian dari koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo, termasuk pada Pemilihan Umum 2019.

Cak Imin mengatakan, PKB dan PDIP sudah punya kaitan emosi yang sangat lama.

Dia pun menyatakan, PKB dan PDIP sudah mendukup Joko Widodo sejak pemilu 2014.

“Chemistry udah nyambung sejak lama. Pak Hasto juga beri dukungan dan harapan semoga koalisi ini berlanjut,” kata Cak Imin.

Menurut Cak Imin, silaturahim antara PKB dan PDIP menjadi bagian dari upaya terus menguatkan peran-peran partai politik bagi bangsa dan negara.

Harapan dari PKB dan PDIP seusai pertemuan Hasto dan Cak Imin yakni sama-sama ingin pemerintahan yang lebih produktif.

Partai Amanat Nasional menyatakan belum membuat keputusan terkait arah koalisi untuk menghadapi pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan, keputusan terkait pemberian dukungan ini baru dibuat saat partai menyelenggarakan rapat kerja nasional (rakernas).

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
PKB Harap Koalisi Jokowi Dapat Bertahan
Parpol Pendukung Usung Prabowo Tetap Solid
Ivan Gunawan Memperkenalkan Kekasihnya Kepada Keluarganya

 

Eddy menegaskan, bila ada berita yang isi klaim terhadap suatu hal maka pernyataan tersebut tak didasarkan pada fakta, sebab, keputusan baru akan disampaikan saat rakernas.

“Jadi, kalau ada berita simpang siur saling mengklaim ini, klaim itu, semuanya disampaikan pada saat rakernas,” ujar dia.

Eddy mengungkapkan, PAN juga masih membuka komunikasi yang seluas-seluasnya dengan semua pihak, baik partai maupun kandidat.

“Kita pokoknya sekarang buka komunikasi seluas-luasnya,” ujar Eddy.

Terkait deklarasi Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2019, Partai Gerindra dijadwalkan akan menggelar rapat koodinasi nasional (rakornas) di keediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat.

“Agenda besok Partai Gerindra akan memberikan mandat kepada Pak Prabowo (Sebagai Capres),” ujar Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade.

Andre menerangkan, maksud pemberian mandat tersebut dilakukan agar Prabowo bisa langsung melangsungkan safari politik ke pihak-pihak yang dianggap mampu mendulang perolehan dukungan.

“Sehingga Pak Prabowo bisa berkomunikasi dengan parpol koalisi lalu juga Pak Prabowo bisa keliling masyarakat, juga bertemu tokoh masyarakat, ulama, habib dan kiai untuk minta dukungannya,” ujar Andre.

Andre menambahkan, rakornas besok rencananya akan dilaksanakan pukul 09:00 WIB hingga jam 22:00 WIB dan dihadiri oleh kader Partai Gerindra dari seluruh Indonesia.

Saat dikonfirmasi, Andre menyatakan tak ada partai koalisi yang hadir sebab agenda tersebut adalah agenda internal.

“Besok baru Partai Gerindra mendeklarasikan Pak Prabowo, tunggu waktunya bersama dengan cawapresnya,” ujar Andre.

Sementara Partai Demokrat Membantah Bergabung Jokowi sebagai calon presiden pejawat 2019.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply