PBB Mendekat Ke Jokowi, Ternyata Ini Penyebabnya!

Sudah Memberi Isyarat Bahwa PBB Mendekat Ke Jokowi Pada Pemilu 2019

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianPBB Mendekat Ke Jokowi, Ternyata Ini Penyebabnya!

 

Indoharian – Partai Bulan Bintang atau biasa disingat PBB mendekat ke Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang akan mendatang.

Sekretaris dari Jenderal PBB Afriansyah Noor menyebutkan arah kepada dukungan partainya itu bisa terbaca dari pernyataan seorang Ketua Umum partai PBB yusril Ihza Mahendra yang juga mengatakan Jokowi tidak perlu mundur ataupun cuti sebagai seorang Presiden.

“Perkataan dari seorang Ketua Umum PBB mendekat ke Jokowi soal calon presiden petahana tidak perlu untuk berhenti atau cuti punya pesan politik yang tegas, makin jelas akan kemana arah dukungan salah satu partai PBB,” katanya di dalam keterangan resmi pada Selasa (11/9/2018).

Yusril juga pernah mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak memiliki kewajiban untuk cuti di sepanjang masa kampanye saat menjadi seorang calon presiden petahana. Hal tersebut sudah di rencanakan dalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Caleg Eks Koruptor, KPU Sindir Bawaslu Seperti Ini!
Gagal Bentuk Timses, Prabowo Disindir PDIP Seperti Ini!
AHY Timses Prabowo-Sandiaga? Ini Tanggapan Demokrat!

 

Menurut dari pendapat Yusril, jika seorang presiden diwajibkan cuti ataupun mundur, justru akan berdampak buruk pada stabilitas politik di Indonesia.

Melihat hal tersebut, Alfriansyah mengatakan pernyataan Yusril itu berbasis pada penglihatan akademiknya sebagai pakar dalam bidang hukum tatanegara.

Disamping itu, dirinya juga menyebutkan pernyataan tersebut justrul menunjukkan pesan politik penting mengenai arah dukungan kepada PBB di Pemilu 2019 2019 yang akan mendatang.

“Sikap dari seorang pak Yusril sebagai akademisi, biasanya sejalan dengan sikap politiknya. Beliau tidak pernah ‘split personality’ dalam bersikap, kata dia.

Selain dari itu, Afriansyah juga menegaskan partainya akan berada pada satu barusan dengan pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden yang memiliki latar belakang kehidupan sebagai salah seorang ulama.

Dirinya pun enggan menjelaskan secara rinci pasangan capres atau cawapres mana yang dimaksudkan memiliki latar belakang sebagai ulama.

dirinya cuman menjelaskan PBB mempertimbangkan segala kepentingan bangsa, negara dan umat Islam dalam menentukan arah dukungan politiknya tersebut.

“Yang jelas, PBB akan berada dalam satu barisan dengan pasangan calon yang ada ulamanya,” kata dia.

Meskipun begitu, Afriansyah juga menyebutkan partainya sekarang belum memutuskan secara sah arah dukungan karena masih menunggu hasil Ijtima Ulama Jilid II.

“Manfaat dan juga mudlarat di dalam memberikan dukungan itu harus jelas dan juga di paparkan kepada hitung-hitungan yang rasional,” ujarnya.

Diketahui pasangan dari Joko Widodo dan juga Ma’ruf amin telah didukung oleh sembilan partai politk yang melebur di dalam identitas ‘koalisi Indonesia Kerja’ (KIK) pada Pemilu 2019.

PBB mendekat ke Jokowi dan dirinya juga mengatakan partainya tidak ingin memiliki pandangan yang bertabrakan satu sama lain dengan pandangan para ulama.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *