banner 468x60

Pelaku Penembak Dua Polisi Terkait Jaringan Teroris Poso-Bima, Ini Motifnya

 KRIMINAL, NEWS
banner 468x60

Mengejutkan Temuan Barang Bukti Jaringan Teroris Poso-Bima

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Mengejutkan Temuan Barang Bukti Jaringan Teroris Poso-Bima

 

IndoHarian – Senin tanggal 11 September 2017. Jam menunjukkan jam 07.00 WITA dan Bripka Jainal Abidin, anggota Satuan Sabhara Polres Bima, baru saja pulang habis mengantarkan anaknya yang bersekolah di SDN 10 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Dia tidak sadar kalau ada dua jaringan Teroris Poso-Bima yang terus membuntuti.

Saat Jainal menyusuri jalan di Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, secara tiba-tiba saja… Duorrrr!!!

Dua orang tidak dikenal melepaskan peluru ke arah Bripka Jainal sebelum kemudian melarikan diri. Jainal terkapar dengan luka tembak di bagian bahu sebelah kanan belakang.

Selang 15 menit kemudian, tidak jauh dari lokasi penembakan Jainal, seorang anggota polisi lain juga mengalami kejadian yang sama. Bripka Abdul Gafur, yang juga baru mengantarkan anaknya ke SMP delapan Kota Bima, ditembak orang tak dikenal. Anggota Polsek Langgudu, Kota Bima tersebut dihantam timah panas di bagian pinggang kanan.

Kabar penembakan ini cepat menyebar. Polres Bima langsung menerjunkan sejumlah anggotanya ke lapangan. Dari penyelidikan kemudian diketahui kalau pelaku bukanlah sosok yg asing. Salah seorang di antaranya cukup dikenal oleh warga sekitar.

“Salah satu korban melihat pelaku dan ia dikenal masyarakat,” ucap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Senin siang.

Tak sampai satu jam usai kejadian, polisi mengepung sebuah rumah di Kelurahan Penatoi RT 04 RW 01. Rumah tersebut diketahui milik Iman Faturahman (berusia 31 tahun), salah satu anggota komplotan Bili cs yang baru bebas dari Lapas Nusakambangan terkait kasus perkara terorisme.

Di dalam rumah polisi menemukan sejumlah senjata, yaitu pisau sangkur, belati, parang dan ketapel. Ditemukan juga sejumlah buku yang antara lain berjudul Surat Kepada Penguasa, Tathbiq Syariah, Selagi Nyawa Menyatu di Raga, sepuluh Pembatal Ke-Islaman, NKRI (Negara Kafir Republik Indonesia) dan buku yang berjudul Status Orang yang Diam Tidak Membantu Para Penguasa Kafir dan Tidak Pula Mengingkari Mereka.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Florida Diterjang Badai Monster Besar, Miami Terendam Banjir
Kim Jong Un Murka! As Akan Bayar Mahal Untuk Itu
Medsos Dihebohkan, Seorang Pengemudi Mobil Fortuner Mengumpat ke Polisi

 

Berturut -turut kemudian, polisi menangkap 3 terduga lain, masih di kawasan Kelurahan Penatoi. Mereka adalah Lita Susanti (berusai 34), Ikazdul Imam (berusia 21) dan Wawan Darmawan (berusia 27).

Dilihat dari rekam jejak Iman Faturahman serta barang bukti yang berhasil ditemukan, bisa ditebak motif penembakan terhadap Jainal dan Gafur. Apalagi Bima dan Penatoi sering disebut-sebut dalam banyak rangkaian peristiwa yang berhubungan dengan aksi teror, yg secara khusus menargetkan markas kepolisian atau anggota Polri.

Pada tanggal 17 Juni 2017 lalu, misalnya, Densus 88 Antiteror menangkap 3 pelaku tersangka Teroris Poso-Bima. Ketiganya diduga sudah mempersiapkan aksi pengeboman di Markas Polsek Woha, Bima. Mereka juga sudah menyiapkan bom rakitan. Bahkan, Wakil Kepala Polda NTB Komisaris Besar Imam Margono menuturkan kuat dugaan mereka berafiliasi dengan jaringan ISIS di Marawi, Filipina Selatan.

“Secara struktural jaringannya dengan ISIS masih akan kita telusuri di pemeriksaan lanjutan,” ucap Imam Margono kepada awak wartawan.

Para tersangka tersebut adalah Kurniawan bin Hamzah (berusia 23), yang berperan sebagai penyurvei lokasi dan perakit bom. Kemudian, Nasrul Hidayat alias Dayat (berusia 21), mahasiswa yang bertugas sebagai kurir untuk membeli bahan perakitan bom. Satu tersangka lainnya, Rasyid Ardiansyah, merupakan anggota jaringan Penatoi di Bima yg sempat bergabung dengan Anggota Mujahidin Indonesia Barat (MIB) dan pernah merampok Kantor Pos dan Giro Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada tahun 2012.

Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan dua orang terduga teroris yang diringkus di Bima (Kurniawan dan Nasrul Hidayat) itu belajar langsung dari Bahrun Naim tentang cara perakitan dan pembuatan bom.

“Rupanya di Bima juga sama, belajar dari jaringan internet atau online juga, melalui Bahrun Naim,” ucap Kapolri di Jakarta, Senin.

Sama dengan rencana serangan lainnya, ucap Tito, bom ini pun rencananya akan digunakan untuk menyerang polisi. Kapolri menyebut di Bima memang ada beberapa kejadian anggota polisi yang tewas dan ditembak dalam beberapa tahun terakhir.

“Rencananya yang di Bima akan menyerang Polsek Woha,” ucap Tito.

Hal ini, kata Tito, serupa dengan pelaku pengeboman di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur (jaktim). Keduanya juga belajar membuat bom melalui online.

“Semua peristiwa sekarang dilakukan sel JAD (Jamaah Ansharut Daullah), termasuk kasus di Kampung Melayu dan Jalan Thamrin,” tutur Tito. Pelaku Penembak Dua Polisi Terkait Jaringan Teroris Poso-Bima, Ini Motifnya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply