sakuratoto

Pemerintah Harus Transparan Soal Utang Negara Yang Dibayar

 NEWS, POLITIK
Alternatif Link Ligaasiapoker

Pemerintah Harus Transparan Soal Utang Negara Yang Dibayar Kepada Negara Lain

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

Indoharian – Pemerintah Harus Transparan Soal Utang Negara Yang Dibayar

 

Indoharian – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada pemerintah agar transparan dalam menyampaikan permasalahan Utang Negara Yang Dibayar kepada negara lain.

Bagaimanapun, transparansi merupakan kewajiban pemerintah dan rakyat berhak mengetahui masalah tersebut.

“Berapa jumlah utang yang dilakukan oleh pemerintah dan berapa jumlah utang negara selama 3,5 tahun ini? Jelaskan kepada rakyat. Rakyat harus mengetahui kalau negara bayar utang berapa banyak? Untuk apa? Dari negara mana? Bagaimana Membayar utang itu?” kata Susilo Bambang Yudhoyono.

Susilo Bambang Yudhoyono menceritakan, pada saat dirinya menjabat sebagai presiden selama 10 tahun, utang negara digunakan untuk mendekati ekonomi rakyat. rakyat, hal itu dibuktikan dengan adanya pertumbuhan ekonomi saat itu, rata-rata diangka 6%, baik ekonomi makro maupun sektor riil.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Begini Awal Kecurigaan Lyra Terhadap Lasty
Heboh!!! KPK Menahan Walikota Malang Karena Ini
Viral!! Video Prabowo Berkata Indonesia Bubar Menjadi Heboh

 

“10 tahun yang lalu, saya berutang, utang itu pun saya gunakan untuk menggerakkan ekonomi kita, dulu kalau kami berutang kami pasti memperhatikan dengan jelas,” katanya.

Dia menjelaskan, Utang Negara Yang Dibayar sesuai dengan kebijakan juga harus melihat besaran kemampuan membayar dari negara.

Jika masih di angka 25 persen dari GDP, hal itu dianggap masih aman. Tetapi, jika sudah mencapai 40 persen, maka pemerintah harus berhati-hati.

“Sebab, utang boleh, tapi kemampuan kita untuk membayar juga harus tinggi. Kalau ekonomi menurun, kemampuan (membayar) berkurang. Apalagi kalau utang itu, tidak digunakan secara tepat,” tandasnya.

Karena itu, SBY meminta pemerintah dapat mengelola utang untuk komponen lain, selain infrastruktur agar ekonomi tumbuh secara baik.

“Masih ada waktu 1,5 tahun, pemerintahan Pak Jokowi bisa mencarikan solusinya. Sehingga pada 2019 nanti, pada saat pemilu dilakukan tidak ada lagi janji kepada rakyat yang belum dipenuhi. Terutama Utang Negara Yang Dibayar kepada negara lain,” ucapnya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita

Related Posts

Leave a Reply