banner 468x60

Penyebab Utama Kenaikan Harga Garam di DIY

 NEWS
banner 468x60

Stok Habis Penyebab Utama Kenaikan Harga Garam di DIY

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Stok Habis Penyebab Utama Kenaikan Harga Garam di DIY

 

IndoHarian – Kenaikan Harga garam di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melonjak dengan drastis. Kenaikan harga salah satu kebutuhan pokok itu mengagetkan masyarakat. “Benar – benar syok saat harga garam melonjak dengan drastis dari harga Rp 4.000 satu pak tiba – tiba harga menjadi Rp 7.500 per pak hanya dalam hitungan jam saja,” ucap pengusaha ayam ungkep, Siti Rohmani, kepada indoharian.com, pada hari Selasa (25/7).

Menurut Ani, panggilan akrab Siti Rohmani, kenaikan harga garam tersebut telah terjadi sejak bulan Ramadhan, Idul Fitri, hingga sekarang. “Kenaikannya bertahap tetapi dalam waktu singkat. Harga awalnya Rp 4.000 ribu, terus melonjak naik jadi Rp 4.500. Lalu dalam dua hari kedepan tiba – tiba menjadi Rp 7.500. Saya beli di Pasar Tlogorejo Sleman,” ucapnya.

Sementara itu, di Pasar Gamping, Sleman, besar kenaikannya juga ikut sama. “Ini garam kotak yg dipakai masyarakat umum dan para pedagang makanan. Sejak buka usaha ayam ungkep pada enam tahun yang lalu, kenaikan garam yang sangat drastis ini baru pertama kali saya alami,” ungkapnya.

Ani mengungkapkan, biasanya harga garam selalu normal. Dia mengungkapkan dirinya biasanya membeli garam rata-rata 8 pak sepekan. “Dengan harga Rp 7.500 per pak berarti dalam seminggu hanya Rp 60 ribu hanya untuk garam. Ya baru kali ini kenaikannya tak sampai sebulan langsug drastis

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Lucu, Pasangan kumpul kebo Digerebek Satpol, Malah Dinikahi
Anda Akan Terkejut Kehidupan Penari striptis
Empat Parpol Raksasa Siap Dukung Gatot Masuk Bursa Capres 2019

 

Ia pertama kali mengetahui kenaikan harga garam pada hari Senin (24/7) siang, saat dia tanpa sengaja melihat berita bahwa stok garam di gudang habis. “Ini tak wajar ya. Apa kendala yang terjadi hingga stok habis? Negara maritim //kok// kehabisan garam,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati mengiyakan adanya kenaikan harga pada garam. “Baru saja saya memantau di Pasar Beringharjo Yogyakarta harga garam naik hampir dua kali lipat karena stok yang berkurang,” kata Yuna kemarin.

Dikatakannya, yg ada hanyalah garam dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Garam dari Madura dan Semarang tak ada karena pengaruh cuaca atau hujan, sehingga banyak para petani garam tidak bisa panen. Meskipun demikian, stok garam masih ada. Dia mengungkapkan untuk harga garam bata sekarang Rp 12 ribu dan garam krosok seharga Rp 8.000.

Secara terpisah Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam X berharap semoga permasalahan kenaikan harga garam cepat selesai. “Kita cari akar permasalahan, apa permainan atau tidak. Hendaknya hal tersebut dievaluasi dari pemerintah, ada apa sebetulnya, krn permasalahannya selalu berulang,” tuturnya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply