sakuratoto

Perempuan Indonesia Pemecah Rekor Terjun Payung Gunung Everest

 NEWS, WISATA
Iklan Ads

Perempuan Asal Indonesia Ini Di Tantang Oleh Temannya Untuk Terjun Payung Gunung Everest

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – Perempuan Indonesia Pemecah Rekor Terjun Payung Gunung Everest

 

Indoharian – Umumnya orang yang berani untuk melewati gunung tertinggi di dunia, dengan cara mendaki. Tetapi tidak dengan Naila Novarinti, Duta Wisata Udara World Tourism Park Forum. Dirinya menaklukannya dengan melakukan terjun payung Gunung Everest.

Tidak mudah untuk melakukan terjun payung Gunung Everest dengan ketinggian 8.848 meter. Dengan mempergunakan sebuah helikopter yang sangat khusus, Naila harus berada 25.000 kaki di atas Everest. Namun, sebelum menaiki helikopter, dirinya harus menyusuri jalan yang harus ditempuh selama 4 hari.

“Sebelum dari itu saya berulang tahun pada 19 November kemarin, saya ditantang oleh rekan-rekan untuk terjun payung di lokasi tersulit. Ya, salah satunya Everest dan saya jawab ok. Lalu saya berangkat berdua suami didampingi dua kameramen penerjun. Lokasinya memang berat dan suhunya minus 45 derajat dan udara disana sangat tipis,” ucap seorang Naila.

“Kalau salah sedikit, saya bisa mendarat di jurang yang terjal. Parasut yang saya gunakan juga memiliki ukuran yang lebih besar agar stabil saat dikendalikan,” kata dia.

Wanita yang berasal dari Jakarta ini memang sudah melakukan aksi terjun payung di berbagai Negara dan sudah melakukannya selama 8 tahun dan Everest menjadi daya tarik tersendiri bagi pelatih terjun Kopassus ini.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Kapal Kargo Tenggelam, SAR Temukan Benda Aneh Ini Di Kapal!
Kapal Wisata Pulau Komodo Ini Sudah Di Puji Negara Tetangga
Hidangan Pasar Lama Tangerang, Nikmat dan Ramah Kantong!

 

Sementara, pendaki yang pertama kali menaklukan Everest adalah Sir Edmund Hillary dan Tenzig Norgay. Mereka mencapai puncak Gunung Everest pada 1953. Setelah itu, pendaki-pendaki lain mulai berlomba untuk mencapai puncak Everest.

Pendaki Indonesia pun melakukan hal yang sama. Sebut saja Clara Sumarwati, perempuan pertama Indonesia yang berhasil mendaki Everest pada 1996. Disusul kemudian tim Kopassus pada 1997.

Alam yang keras dan cuaca yang mudah berubah membuat Everest tercatat sebagai lingkungan paling ekstrem di dunia. Tak sedikit pendaki yang tewas sebelum mencapai puncak. Meski begitu, semakin banyak orang tertantang untuk memecahkan rekor baru dalam pendakian Everest.

Reinhold Messner misalnya. Dia tercatat sebagai manusia pertama yang berhasil mendaki Everest tanpa bantuan tabung oksigen. Kilian Jornet, pendaki asal Spanyol juga berhasil memecahkan rekor sebagai pendaki Everest tercepat di dunia dengan waktu 26 jam.

Tidak hanya itu, terjun payung rupanya menjadi salah satu cara untuk memecahkan rekor dari Puncak Everest. Valery Rozov, penerjun asal Rusia menjadi orang pertama yang berhasil mendaki dan melakukan terjun payung dari sisi utara Everest.

Keberhasilan Valery itu, kemudian menginspirasi Naila Novaranti, perempuan penerjun asal Indonesia untuk melakukan hal yang sama. Naila pun tercatat sebagai penerjun Indonesia pertama yang terjun payung Gunung Everest.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply