sakuratoto

Pernyataan Direktur Pencapresan PKS Mengenai Opsi Abstain

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

Pernyataan Direktur Pencapresan PKS Mengenai Opsi Abstain

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianPernyataan Direktur Pencapresan PKS Mengenai Opsi Abstain

 

Indoharian – Pernyataan Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alynuddin mengenai terciptanya opsi abstain dalam pengusungan calon presiden dan calon wakil presiden, menjadi perbincangan di kalangan politisi.

Belakangan ini, Suhud meralat pernyataan bahwa hal itu merupakan pendapat pribadi dirinya.

“Itu adalah pendapat pribadi saya, bukan keputusan resmi partai,” ujarnya.

Keputusan resmi PKS masih harus melalui pembahasan di Rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat serta sidang Majelis Syuro PKS. Dirinya juga menjelaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan partai koalisi pendukung Prabowo Subianto.

Ketua Komite Pemilih Indonesia (TePI), Jeirry Sumampow menjelaskan tidak ada pilihan bagi PKS selain berkoalisi dengan kubu Prabowo.

Pilihan abstain justru akan merugikan bagi PKS. Pasalnya, sesuai dengan peraturan, partai tersebut tidak dapat mengusung dalam pemilu berikutnya.

“Setiap partai tidak mungkin mau kehilangan momen untuk mengusung calon presiden pada pemilu berikutnya,” ujarnya.

Lebih dari itu, dia mengatakan politik hari ini, memaksa partai politik untuk ‘menyerah’ pada koalisi.

“Mereka yang tidak memiliki figur untuk dicalonkan dalam kontestasi lima tahunan tersebut, akan berkompromi dengan partai yang mempunyai figur.”

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Rencana Fahri Selamatkan PKS Tergantung Pada Anis Matta
Pendaftaran Capres Diperpanjang, Ini Penjelasan KPU!
Peringatan Keras KPU Untuk Para Parpol

 

Keuntungan elektoral, menurut Pernyataan Direktur Pencapresan PKS, justru akan lebih banyak diperoleh kepada partai yang memiliki figur dibanding yang hanya ikut dalam koalisi. Apalagi, ambang batas menjadi hambatan utama tidak dapat mencalonkan sendiri.

“Sesungguhnya, aturan kita memaksa agar partai-partai ini harus berkoalisi. Mau tidak mau, ya harus ada kompromi dari masing-masing partai politik,” lanjutnya.

Kata “Kompromi” juga ucapkan oleh Sekjen PAN, Edi Soeparno, dirinya menerangkan banyak hal yang harus dikompromikan oleh partai politik koalisi Prabowo.

“Kami masih terus berkompromi. Masih terus membahas hal-hal untuk pemenangan pemilu. Pada intinya, visi dan pandangan kami sudah sepakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPP NasDem, Taufik Basari enggan memakai istilah “kompromi” atau “menyerah pada koalisi”, dia menjelaskan, bahwa Pernyataan Direktur Pencapresan PKS itu sedari awal partainya sudah mendukung Jokowi sebagai calon presiden.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply