banner 468x60

Pesan Penting ketum PBNU, Selain PKI Sejarah Pengkhianatan Lainnya Ikut Dibuat Film

 NEWS
banner 468x60

Said: Selain PKI, Sejarah Pengkhianatan Lainnya Dibuat Juga Filmnya

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Said: Selain PKI, Sejarah Pengkhianatan Lainnya Dibuat Juga Filmnya

 

IndoHarian – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengijinkan masyarakat Indonesia untuk menonton kembali film G30S/PKI. Namun, harus diringi dengan adanya film tentang sejarah pengkhianatan lainnya yang pernah ada di Indonesia.

“Saya setuju film G30S/PKI untuk diputar dan dibuat kembali. Tetapi buatlah juga film sejarah tentang pemberontakan DI/TII, PRRI, Permesta, PKI Madiun tahun 1948 dan bom Bali, bom Thamrin, bom, bom lain yang pernah terjadi di Indonesia,” imbuh Said Aqil Siradj di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta Pusat, hari Jumat malam tanggal 22 September 2017.

Dengan pembuatan film sejarah pengkhianatan lainnya, bisa memperjelas bukan hanya pemberontakan di PKI 1965 saja yang patut dikutuk. Namun berbagai pengkhianatan yang lainnya juga perlu. Sehingga sejarah yang ada tersebut bisa dijadikan sebagai pelajaran berbangsa.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Keji Dan Sadis!!! Tahanan Wanita Korut Diperkosa Hingga Hamil Sebelum Ia..
Kisah Dramatis Sopir Taksi Palamarta Bantu Ibu Melahirkan di Taksinya
Viral!!! Video Mesum Cewek Palembang di Parkiran Kampus, Hampir Bugil

 

“Silakan tonton dengan segala kekurangannya, karena di dunia ini tak ada yang sempurna. Sejarah bangsa kita dibentuk bukan oleh sejarah tahun 1965 itu, yang berdosa bukan PKI saja,” terang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  ini juga mengatakan, isu PKI memang kerap diangkat setiap bulan September.

“Setiap September isu PKI kerap diangkat hanya tujuannya memojokkan NU. Ada yang memojokkan TNI Orde Baru,” tutur Said Aqil Siradj.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, isu PKI disebar hanya demi tujuan politik semata saja, bukan untuk memperbaiki sejarah yang ada. “Kalau memang dalam film ada kesalahan, ayo di perbaiki. Bukan isu tersebut yang diangkat untuk memojokkan siapa pun,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply