Petaka Kepulangan Rizieq, Buat Indonesia Kacau!! Benarkah?

Petaka Kepulangan Rizieq Akan Menyebabkan Kekacauan Dan Kerusuhan Kembali

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianPetaka Kepulangan Rizieq, Buat Indonesia Kacau!! Benarkah?

 

Indoharian – Rizieq Shihab untuk kesekian kalinya batal kembali ke Indonesia. Tetapi cerita menyambut kepulangannya, mencari keuntungan pada saat kekacauan, Petaka Kepulangan Rizieq membuat pemerintah menjadi gusar dan was – was.

Drama itu, yang telah berlangsung beberapa hari sebelumnya, mendapat sorotan luas media massa.

Banyak pendukungnya menghadiri acara subuh berjamaah dalam rangka penyambutan Rizieq di Masjid Jami Baitul Amal, Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi pun dibuat sedikit kesusahan. Aparat dengan jumlah yang tidak sedikit dipersiapkan di sejumlah titik terutama di Bandara Soekarno Hatta.Gembar-gembor kepulangan Rizieq berakhir puncak. Namun pendukungnya tak sedikit pun merasa kecewa. Mereka hanya harus menunda lagi kerinduannya bertemu Rizieq.

Di bagian lain, sebagian orang yang tak menyukai Rizieq ikut merasa lega, tentu dengan alasan yang beragam dengan para pendukung Rizieq.

“Ada dia cuma bikin masalah. Demo lagi, razia lagi, hoax lagi,” kata teman saya pendukung Jokowi yang tidak menyukai Rizieq, yang belakangan gemar membaca dan menyebarkan status ‘selebriti medsos’ seperti Denny Siregar.

Rizieq memang sosok kontroversial. Sulit bagi orang untuk bersikap netral ketika berhadapan dengan dirinya. Biasanya, hanya ada dua pilihan: membenci atau mendukung Rizieq.

Rizieq punya ciri khas tersendiri.

Suaranya yang lantang saat berorasi, sikap tegasnya, dan komentar – komentar seburuk apapun kualitas kritiknya terhadap pemerintah, seolah oasis bagi sebagian masyarakat yang memang sejak lama merasa tak senang dengan Jokowi.

Rizieq, dengan kata lain, telah menjadi panutan bagi sebagian masyarakat untuk menyalurkan ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah, di tengah tumpul manuver politik dari partai-partai oposisi.

Dengan segala atribut dan peran di atas, Rizieq tak bimbang lagi telah berubah jadi salah satu tokoh oposisi nonpartai yang diperhitungkan.

Berbagai cara dan celah untuk ‘menutup mulut’ Rizieq. Mulai dari kasus penyebaran kebencian, penghinaan terhadap lambang negara, hingga dugaan percakapan mesum dengan Firza Husein.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
HINDARI KECURANGAN!!! DPR Usulkan Pemilu E-Vote, Ini Fungsinya!
MIRIS!! Sandiaga Disindir Ruhut “Kaci’an Deh”
NGERI!!! Sebab Utama Terjangkit Stroke Ingin Tau?

 

Pemerintah, dalam hal ini kepolisian, memang berhasil membungkam Rizieq. Setidaknya sukses memaksa sang imam angkat kaki ke Arab Saudi. Sayangnya, keberhasilan itu bersifat sementara, rawan dipolitisir, bahkan bisa berujung ‘petaka politik’ bagi keberlanjutan pemerintahan Jokowi di Pemilu Presiden 2019.

Pemerintah tampaknya sembarangan bahwa secara politis, Rizieq telah menjadi simbol pemersatu kelompok antagonisme, baik di kalangan elite maupun bawah.

Di level elite Rizieq berhasil menguatkan ikatan kelompok alumni 212 dengan partai-partai antagonisme. Sementara di akar rumput, rakyat yang tidak puas dengan Jokowi terus menunggu kepulangannya agar dapat memiliki kembali tokoh antagonisme yang liar.

Dalam situasi demikian, tak heran jika isu kepulangan Rizieq yang sudah bergulir kesekian kalinya, kerap mendapat sorotan luas.

Rumor kepulangan Rizieq pelan namun pasti, telah menjadi produk politik. Salah satunya adalah untuk merapatkan lagi barisan antagonisme di tingkat elite dan akar rumput. Dengan demikian, isu ini bisa digulirkan kapanpun sesuai dengan situasi politik yang sedang terjadi.

Namun, Petaka Kepulangan Rizieq menjadi bom politik yang tak berarti apa pun. Dia akan langsung diproses hukum, mungkin juga langsung dipenjara.

Dalam perhitungan terburuk, dipenjaranya Rizieq pada momen yang jauh dari perhelatan Pilpres 2019 tentu akan merugikan dirinya dan terutama kelompok antagonisme.

Rizieq yang berada di penajra terlalu dini akan menyulitkan kelompok antagonisme memelihara sentimen politik massa yang tak puas dengan Jokowi. Isu Rizieq ini rentan memuai ditimpa rumor – rumor lain yang datang silih berganti.

Dan jika politik adalah soal perhitungani dan momentum, maka acara Pilpres 2019 merupakan momen paling tepat bagi Rizieq untuk pulang ke Indonesia.

Di saat itu, Petaka Kepulangan Rizieq akan memicu kekacauan politik bagi pemerintah yang berkuasa.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *