sakuratoto

Prabowo Didukung Kader Golkar, NasDem Angkat Bicara!

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

Nasdem Menyebut Tidak Sepenuhnya Prabowo Didukung Kader Golkar

 

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianPrabowo Didukung Kader Golkar, NasDem Angkat Bicara!

 

Indoharian – Juru bicara dari TKN (Tim Kampanye Nasional) Joko Widodo dan juga Ma’ruf Amin, Irma Suryani Chaniago, tidak menepis tudingan Wasekjen Partai Demokrat yaitu Andi Arief terkait dengan adanya kader dair partai koalisi Prabowo didukung Kader Golkar.

Pasalanya Tim Kampanye Nasional (TKN) mengikat semua kader dalam satu komitmen pada Pilpres 2019.

“Bisa jadi ada (dukung Prabowo). Kan tidak semuanya kita bisa ikat di satu komitmen,” kata Irma saat dijumpai usai diskusi publik Indonesia Pilitical Review di Bumbu Desa Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Ketua dari DPP NasDem itu mencontohkan Prabowo didukung Kader Golkar tetapi dirinya memastikan kader dari Partai NasDem tidak bermain dua kaki.

“Itu pasti ada. Salah satu contoh misalnya Golkar. Mungkin ada sebagian dari Golkar yang mendukung Prabowo Subianto dan juga Sandiaga Uno,” katanya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Debat Capres Bahasa Inggris? Begini Ucapan Yandri!
Sebut Jenderal Kardus, Andi Arief Dirangkul Prabowo Seperti Ini!
Gatot Jadi Kader Partai, Begini Penjelasan PAN!

 

“Tapi itu bukan NasDem. Kalau NasDem satu kata dan perbuatan. Dari atas sampai bawah kita dukung Joko Widodo sepenuhnya, kalau tidak akan kita pecat,” katanya lanjut.

Permainan dua kaki dari partai koalisi menurut Irma bukan kewenangan Jokowi untuk memberikan sanksi. Teguran maupun sanksi adalah kewenangan masing-masing partai koalisi karena TKN tak mengurusi urusan internal partai.

“Kan itu bukan haknya Pak Jokowi. Hak internal partai kan, jadi tergantung internal partainya seperti apa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Andi Arif menulis cuitan di Twitternya mengenai sikap dari Partai Demokrat terkait dukungan Ijtima ulama II pada Prabowo-Sandi. Andi menyebut bahwa Prabowo Sandi adalah superstar yang mendapatkan dukungan dari PAN, PKS dan Demokrat yang telah sepakat mengusung mereka sebagai capres dan cawapres.

“Di luar 4 partai ini Prabowo sandi berhak dapat dukungan partai2 lain misalnya saya dengar partai2 dari koaliai Jokowi juga ada yang secara sembunyi2 dukung, karena alasan elektoral legislatif. Sebagian dari para kader partai sebelah kesulitan di beberapa daerah untuk dukung Jokowi,” tulis @AndiArief_, Jumat (14/9).

Pernyataan itu dilontarkan Irma ketika ditanya soal relasi Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir, di antara para politisi yang kini dikomandoinya. Irma mengklaim bahwa ketiganya adalah simbol yang lengkap untuk Indonesia yang lebih baik.

“Kalau Jokowi Ma`ruf ini pasangan dunia akhirat. Jokowi itu simbol dunia, KH Ma`ruf simbol akhirat. Erick Thohir simbol bisnis Indonesia jadi menurut saya dia muda cerdas businessman. Jadi lengkap nih tiga,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa Erick yang bekerja sebagai pengusaha bisa menjalankan tanggung jawabnya karena pada dasarnya tidak ada yang begitu berbeda antara dunia bisnis dan juga politik.

“Politik ini sebenarnya sama kok dengan bisnis jadi dari sana bisa juga kok ditransformasikan ke politik. Berkeluarga aja nih nikah kita harus berpolitik,” paparnya.

Sebelumnya, politisi PKB Farhat Abbas menyebutkan melalui akun instagram @farhatabbastv226 pada Senin (10/9) bahwa pemilih Jokowi akan masuk surga sedangkan yang tidak memilih akan masuk neraka.

Farhat pun akhirnya mendapatkan teguran dan mengunggah permintaan maafnya pada Rabu (12/9).

“Sehubungan dengan beredarnya saya ‘Pilih Jokowi masuk surga, pilih mereka masuk neraka”, saya ditegur sama Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding Yth agat tidak menggunakan kalimat yang mem-bully calon presiden. Saya minta maaf atas pantun yang membuat sebagian orang jadi gagal paham,” ucap Farhat.

Irma kemudian menyebutkan Prabowo didukung Kader Golkar bahwa pasangan capres dan cawapres yang diusungnya adalah pasangan dunia akhirat.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita

Related Posts

Leave a Reply