Prabowo Menambah Jumlah Aparat Untuk Memberantas Korupsi

Prabowo Menambah Jumlah Aparat Dan Juga Menaikan Gaji Mereka

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner
Prabowo Naik Gaji Dan Jumlah Aparat Akan Bertambah

Indoharian Prabowo menambah jumlah aparat, Sebelum debat Pilpres pada 17 Januari 2019, Calon Presiden Joko Widodo dan juga pasangannya, Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin, seakan-akan mengejek lawan mereka, Prabowo Subianto. Jokowi dan Ma’ruf Amin memamerkan keluarga merekanya di lokasi acara debat. Sementara Prabowo tidak bisa melakukan apa yang dilakukan lawannya.

Ketika debat, Jokowi memamerkan banyak menteri perempuan di dalam kabinetnya. Tentu saja Prabowo tak mungkin bisa pamer sepertinya. menjadi presiden saja dia tidak pernah.

Prabowo terlihat rendah hati saat debat berlangsung. Soal memberikan tempat kepada para perempuan untuk masuk kedalam kedinasan, sebetulnya Prabowo juga pernah melakukannya.

Memekarkan Personel Kopassus

Waktu Prabowo menjadi Komandan Jenderal (Danjen) dari para Komando Pasukan Khusus (Kopassus) antara 1995-1996, Kopassus mengalami peningkatan. Padahal, sekitar satu dekade sebelumnya, di era zaman Brigadir Jenderal Sintong Panjaitan jadi Danjen dan juga Jenderal Leonardus Benjamin Moerdani menjadi Panglima ABRI, korps baret merah itu sudah dirampingkan.

Dari 6.644 jumlah personil korps baret merah-yang sebelum perampingan bernama dengan Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha)-diperkecil menjadi sekitar 3.000 personil saja. Ini tentu saja bisa mengirit anggaran negara. Tentu saja sangat banyak anggota menangis saat baret merah mereka diganti menjadi baret hijau Kostrad. Orang yang memberi membantuan Sintong adalah Letnan Kolonel Luhut Binsar Panjaitan. Setelah ramping, Kopassandha berganti nama menjadi jadi Kopassus. Di era Prabowo, Kopassus dimekarkan lagi. 

“Untuk mengejar target pemekaran organisasi, banyak calon anggota Kopassus yang berasal dari rakyat nusantara. Bahkan anggota pasukan Kowad (Korps Wanita TNI AD) pun menjadi anggota kopassus baret merah,” tulis Hendro Subroto dalam Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2009: 315).

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Sandiaga Tebar Janji Turunkan Harga BBM Dan Listrik
KPU Sediakan 500 Undangan Debat Capres
Prabowo Akui Tidak Disukai Kalangan Elite

Menurut Hendro, dalam pasukan elite terkenal dunia lainnya, tidak ada personel berjenis kelamin perempuan di dalamnya. di dalam pasukan elite GSG-9 di Kepolisian Federal Jerman, tempat Luhut dan Prabowo belajar, juga tidak ada personel berjenis kelamin perempuan. Akan tetapi di era Prabowo, Kopassus memiliki personel perempuan.

Waktu menjadi Danjen Kopassus, Prabowo, yang belum lama ini menjadi brigadir jenderal, pangkatnya naik kembali menjadi mayor jenderal. Sebagai seorang mayor jenderal lazimnya ia memimpin pasukan yang jauh melebihi Danjen Kopassus pada era itu. Jabatan Panglima Kostrad, yang biasa kebanyakan dijabat letnan jenderal, pun menjadi semakin dekat dengan Prabowo.

“Dengan adanya bermacam kepentingan politik, Kopassus menggemukan kembali jumlah personilnya menjadi sebanyak 6.000 orang. Penggemukan ini sangat tidak sesuai dengan rencana strategis TNI AD,” tulis Hendro Subroto. 

Saat itu Kasad diemban Jenderal Raden Hartono yang kemudian dikenal didalam kiprahnya di Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) bikinan Tutut sosok Soeharto. Hendro menggemukan, jumlah personel yang memiliki jumlah dua kali lebih banyak itu bisa sangat menyulitkan Danjen Kopassus di kemudian hari. Sudah pasti penggemukan itu akan memakan banyak memakan uang pemerintah lagi. Namun, itu semua untuk meningkatkan pertahanan negara Indonesia untuk itu Prabowo menambah jumlah aparat.

Tapi semua itu bisa dilakukan di era Orde Baru asal mendapatkan restu daripada Soeharto, bos besar dari semua orang. Untuk menggemukkan Kopassus, berapapun jumlah anggarannya, adalah dengan izin lelaki kelahiran daerah Kemusuk itu.

“Prabowo sedang mencoba untuk menjadikan Kopassus sebagai Dinas Rahasia Irak,” sebut Benny Moerdani, seperti yang dikutip Greg Barton didalam Biografi Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid (2002: 296). 

Di era sebelum Prabowo, hanya ada grup 1, grup 2, dan grup 3. Berkat sosok Prabowo, grup 4 dan grup 5 pun ada.

“Ia menyaring dan menambah dua grup lain lagi selain grup 1, 2 dan 3 yang sudah ada sebelumnya. Grup yang didirikan Prabowo adalah grup 4 dan grup 5 yang merupakan orang-orang terpilih dari 3 grup pertama,” tulis Femi Adi Soempeno dalam Prabowo: Dari daerah Cijantung Bergerak ke Istana (2009: 119). 

Soal dinas rahasia, ada 11 perwira yang disebut dengan “Tim Mawar” yang melakukan pergerakan penculikan aktivis saat menjelang jatuhnya Soeharto. Para penculik berasal dari grup 4 Sandi Yudha, yang memiliki kemampuan Intelijen.

Memperbesar Gaji Elite Birokrasi

Terkait soal penggemukkan, dalam debat pemilihan Presiden 17 Januari 2019, Prabowo juga berfikir untuk melakukan pemekarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kami akan membangun KPK di daerah-daerah, kami juga akan menambah jumlah anggaran KPK,” janji Prabowo. 

Prabowo ingin mengulang kembali sejarah. Jika dahulu Kopassus, maka sekarang adalah KPK. Dananya tentu saja memakai uang negara. Sementara itu, seorang Jokowi lebih menyukai perampingan birokrasi.

Dari yang ia ucapkan dalam debat, Prabowo memiliki rencana, jika ia terpilih dia ingin memberi kenaikan gaji untuk para penegak hukum. “Kita harus memiliki cukup uang untuk menjamin kualitas hidup seluruh petugas yang memiliki wewenang mengambil keputusan sehingga dia tidak akan bisa korupsi, dia tidak bisa tergoda oleh bisikan bisikan untuk koruptor atau yang akan menyogok,” katanya.

Prabowo juga memprotes soal rendahnya gaji para gubernur. “Bagaimana mungkin seorang gubernur hanya memiliki bergaji sebesar Rp 8 Juta?” katanya dan juga untuk meminimanisir jumlah kriminalitas seperti korupsi Prabowo menambah jumlah aparat.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *