Prabowo Sindir Tekad Jokowi, Agar Meningkatkan SDM

Pemusnahan Karya-Karya Ilmiah, Prabowo Sindir Tekad Jokowi Tidak Mengikuti Zaman

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianPrabowo Sindir Tekad Jokowi, Agar Meningkatkan SDM

Indoharian – Prabowo Sindir Tekad Jokowi Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sindir Calon Presiden Joko Widodo yang ingin merealisasikan sumber daya manusia (SDM), namun terjadi pemusnahan puluhan ribu buku oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Menurut perempuan yang sering dipanggil Saras itu, jika ingin meningkatkan SDM, maka harus menaruh perhatian lebih terhadap karya ilmiah.

Perlu diketahui Prabowo Sindir Tekad Jokowi, Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) LIPI menghilangkan puluhan ribu tesis dan disertasi. Di sisi yang lain, Jokowi bertekad untuk meningkatkan kualitas SDM di periode selanjutnya jika terpilih pada Pemilihan Presiden mendatang.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya

Jokowi Naik Pitam , Sindir Prabowo Kembali
Membuka Baju di Tempat Umum, Ini Jawaban Tak Senonoh Prabowo
Jokowi-Ma’ruf Mengaku Tak Puas, Tak Memberikan Kejelasan Pasti

“Indonesia jika mau mengembangkan sumber daya manusianya harus menaruh pengaruh yang lebih besar pada ilmu yang tercantum dalam tulisan dan karya-karya ilmiah, “kata Saras, Selasa Siang (12/3).

Saras mengatakan bahwa budaya membaca adalah suatu langkah yang konkret untuk menaikan SDM. Berkenaan dengan itu, perhatian juga perlu diberikan lebih terhadap karya ilmiah. Karenanya, harus ada intervensi oleh pemerintah pusat dalam rangka mempertahankan keberadaan karya-karya ilmiah.

“Harus ada kebijakan dari tingkat yang tertinggi untuk tidak merendahkan nilai dari sebuah karya ilmiah tertulis,” tutur Saras.

“Kapan kita bisa mempunyai perpustakaan-perpustakaan dan arsip-arsip dengan daya saing dan reputasi internasional jika negara tersebut tidak menaruh nilai tinggi pada karya tulisan putra-putrinya?” ujarnya.

Saras sangat menyayangkan saat mendengar kabar puluhan ribu tesis dan disertasi dimusnahkan. Menurut dia, sekali buku dimusnahkan, akan sulit untuk dibuat kembali tak akan sama seperti yang sudah pernah dibuat.

Dia pun berharap Kepala LIPI Laksana Handoko bersikap lebih bijaksana dan memikirkan langkah kedepannya dalam mengeluarkan kebijakan selanjutnya.

“Buku, disertasi, hasil karya ilmiah yang tertulis dalam tulisan sekalinya dimusnahkan akan sangat sulit untuk diadakan lagi,” tutur Saras.

Sebelum itu, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsuddin Haris menyebut tesis dan disertasi sebanyak dua truk di PDDI LIPI telah dihancurkan.

“Rencana mau atau akan didigitalisasi, tapi digitalisasi belum dilakukan namun dua truk buku, disertasi dan tesis sudah ditimbang dan dihancurkan,” tutur Haris, Senin Pagi (11/3).

Pengamat politik senior LIPI Asvi Warman Adam juga mengatakan hal sama. Bahkan dia menyebut ada sekitar 30 ribu tesis dan disertasi yang dihilangkan dari perpustaan PDDI LIPI.

“Totalnya kurang lebih 30 ribu. Berdasarkan informasi yang saya terima, penghilangan itu terjadi pada 9 dan 10 Februari atau akhir pekan. Jadi pas enggak ada orang,” ucap Asvi.

Haris dan Asvi membicarakan pemusnahan karya-karya ilmiah sebagai ekor dari reorganisasi yang dilakukan Kepala LIPI Laksana Handoko. Asvi mengatakan LIPI membutuhkan ruangan baru sebagai tempat kerja karyawan yang terdampak reorganisasi. Akibatnya, tesis dan disertasi dikorbankan.

Pihak PDDI LIPI membantah pemusnahan buku sebagai bagian dari reorganisasi yang dijalankan Kepala LIPI. Mereka mengklaim tengah berupaya menaikan kualitas pendokumentasian informasi ilmiah serta penyediaan akses informasi ilmiah kepada publik.

Salah satunya dengan melalui mekanisme digitalisasi koleksi dengan melaksanakan proses weeding atau penyiangan koleksi yang sudah tidak dibutuhkan dengan kebutuhan zaman serta secara fisik sudah rusak parah. Prabowo Sindir Tekad Jokowi
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *