sakuratoto

RIP Romi Herton, Rekam Jejak Raja SPBU Dari Awal Hingga Akhir Hidupnya

 NEWS, POLITIK
Alternatif Link Ligaasiapoker

Rekam Jejak Sang Raja SPBU yang Bergelut di Dunia Politik

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Rekam Jejak Sang Raja SPBU yang Bergelut di Dunia Politik

 

IndoHarian – Kabar duka datang dari Raja SPBU atau Mantan Wali Kota Palembang, Romi Herton.

Ia menghembuskan nafas terakhir, pada hari Kamis (28/9/2017) sekitar jam 03.00 WIB di Rs Hermina Serpong.

Mantan Wakil Wali Kota Palembang ini meninggal dunia saat menjalani masa hukumannya di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten kota Bogor karena kasus suap sengketa Pilkada.

Berikut beberapa fakta soal kematian Mantan Wali Kota Palembang serta rekam jejaknya semasa hidup dirangkum dari beberapa artikel di media berita.

1. Serangan Jantung

Dikutip dari salah satu media berita Indonesia. Romi Herton meninggal genap di usia 52 tahun di Rs Hermina Serpong, Tangerang Selatan jam 02.45 WIB, pada hari Kamis (28/9/2017).

Dia meninggal karena terkena serangan jantung.

“Benar aku lagi di sini di Rumah Sakit Hermina Serpong Tangerang. Kita lagi nunggu izin kapan dapat mendarat untuk menerbangkan jenazah almarhum ke kota Palembang. Nanti kita kabari,” ungkap kerabat almarhum yang juga sebagai Ketua KNPI Palembang, H. Handry Pratama.

Pria kelahiran Metro Lampung, tanggal 19 April 1965 ini terakhir menjalani hukuman di rumah tahanan Gunung Sindur kota Bogor usai sebelumnya dipindahkan dari Lapas Sukamiskin kota Bandung terkait kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) di Mahkamah Konstitusi.

Bersama sang Istrinya, Masyitoh, Romi divonis menjalani hukuman selama 7 tahun kurungan dalam kasus Pilkada Kota Palembang tahun 2013.

2. Karir Politik

Romi Herton sempat menjadi PNS di lingkutan Pemprov Sumatera Selatan.

Namun, kemudian ia memilih mundur dan memutuskan menjadi seorang pengusaha dan aktivis kepemudaan.

Dia kenal begitu dekat dengan mantan Gubernur Sumsel, H. Rosihan Arsyad.

Selain itu juga, Romi juga dikenal aktif di kepemudaan dan menjabat sebagai KNPI tahun 2000-2004.

Kiprahnya sebagai tokoh pemuda membuatnya dipercaya untuk bisa maju mendampingi Eddy Santara sebagai Wakil Walikota Palembang.

Romi akhirnya terpilih menjadi Wakil Wali Kota Palembang masa periode 2008-2013.

Kiprah Romi di dunia politik terus melesat, dia kemudian Terpilih menjadi Ketua PDIP Kota Palembang periode 2010-2015.

Dengan posisi sebagai Ketua PDIP Kota Palembang, ia kemudian maju berpasangan dengan Harnojoyo sebagai Walikota Palembang untuk masa periode 2013-2018.

Dia kemudian ditetap oleh MK sebagai walikota terpilih, meski dalam Pilkada justru Sarimuda yang menang dengan sesilih suara tak beda jauh.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Syarif Sebut Djarot Bersikap Aneh Jelang Lengser Dari Jabatannya
Di Inggris Bocah Dicuci Otak, Diajarkan Memenggal Kepala dan Gunakan Pisau
Gatot Bantah Jika Dirinya Sudah DiMaki Jokowi

3. Si Raja SPBU

Selain perjalanan karir yang cemerlang, dia juga dikenal sebagai pebisnis kawakan.

Dia sering dijuluki ‘Raja SPBU‘ dan memiliki beberapa unit usaha lainnya.

Selain itu juga, Romi ialah Ketua DPD KNPI Sumsel (2000-2004), ia besar di organisasi kepemudaannya, selain beberapa organisasi yang ditekuninya sebelum menjadi tokoh utama di induk organisasi kepemudaan ini.

Dia pernah menjabat beberapa posisi penting seperti Ketua Biro Olahraga PPM Sumatera Selatan (1985-1993), Ketua Biro Organisasi PPM Sumatera Selatan (1993-1998), Wakil Ketua DPD GM Gakari Tk.I Sumatera Selatan (1996-2001), Ketua DPD GM Gakari Tk.II Palembang (1998-2003), dan Bendahara DPD AMPI TK. I Sumatera Selatan (1999-2004).

Meski ratusan kegiatannya di dunia kepemudaan memang tak terhitung, tetapi sedikit yang tahu jika Romi ialah atlet Kempo.

Bahkan dia sering bercerita banyak hal ketika memberikan sambutan di depan para atlet Kempo, sembilan tahun silam.

“Saya juga atlet Kempo dan aktif di kejuaraan-kejuaraan lokal serta nasional,” ujarnya kepada wartawan indoharian kala itu.

4. Tersandung Dalam Kasus Suap

Romi tersandung dalam kasus suap yang menyeret mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.

Kasus korupsi itu terkait penanganan perkara sengketa pilkada Kota Palembang dengan jumlah uang Rp 14,145 Miliar dan USD 316,700 pada tahun 2014.

Lantas ia divonis enam tahun penjara ditambah denda senilai Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Bahkan istrinya, Masyito, divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider dan dua bulan kurungan dalam kasus yang sama 2014.

Awalnya dia menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin kota Bandung, kemudian dipindahkan ke Lapas Gunungsindur, Kabupaten kota Bogor.

5. Dipecat dari PDIP

Imbas dari kasus korupsi tersebut, Romi harus mengikhlaskan untuk dicopot kedudukannya sebagai Wali Kota Palembang dan juga Ketua DPC PDIP kota Palembang.

Hal ini sebagai konsekuensi penetapan dan penahanan Raja SPBU oleh KPK kasus penyuapan perkara pilkada di MK

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita

Related Posts

Leave a Reply