banner 468x60

Rudal Hwasong-15 Ancaman Terbesar AS? Ini Tanggapan AS

 KRIMINAL, NEWS, POLITIK
banner 468x60

AS Punya Pencegat Rudal Hwasong-15 Milik Korut, Bukan Ancaman Besar

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

AS Punya Pencegat Rudal Hwasong-15 Milik Korut, Bukan Ancaman Besar

 

IndoHarian – Militer Amerika Serikat (AS) merasa yakin dapat mempertahankan diri dari ancaman rudal Korea Utara (Korut), paling tidak untuk sekarang ini. Hal ini usai Korut meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis baru, rudal Hwasong-15, yang diklaim mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat.

Seperti dilansir media setempat, pada hari Kamis (30/11/2017), seorang pejabat Amerika Serikat yang enggan disebut namanya menyatakan Amerika tak mengubah penilaiannya bahwa sistem pertahanan rudal miliknya mampu menghentikan serangan rudal Korea Utara. Meskipun jaminan tersebut tidak dapat dipastikan untuk masa mendatang nantinya.

“Saya pikir mereka tak akan bisa merudal AS dengan sukses untuk sekarang ini,” tutur pejabat AS itu.

“Ada logika umum bahwa kita dapat menghentikan apapun yang dimiliki Korea Utara sekarang ini termasuk dengan rudal Hwasong-15. Untuk di masa depan, saya tidak tahu,” ucapnya.

Amerika serikat menghabiskan waktu panjang dan anggaran hingga miliaran dolar untuk mengembangkan teknologi canggih yang mampu menghentikan rudal balistik yang datang mendekati wilayah AS. Kongres AS meloloskan anggaran tambahan beberapa miliar dolar AS hanya untuk mengembangkan kemampuan itu.

Untuk melindungi diri dari sebuah ICBM, militer Amerika Serikat memiliki sistem bernama Ground-based Midcourse Defense (GMD), yang dirancang khusus untuk menembakkan rudal pencegat yang akan menggunakan energi kinetik untuk menghancurkan/memusnakan target (rudal) yang mendekat.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Sidang Praperadilan Setnov Melawan KPK Hanya Menghitung Hari
Putra Mahkota Arab Saudi Ungkap Gebrakan Antikorupsi yang Jerat Para Pejabat
Terkait Setnov, Jokowi Buka Suara

AS kini memiliki 44 rudal pencegat yang dilokasikan di Pangkalan Militer Fort Greely di Alaska dan Pangkalan Udara Vandenberg di California. Rudal-rudal pencegat tersebut diuji coba pada Mei lalu dan militer AS sukses meluncurkan sebuah rudal pencegat GMD dari pangkalan California. Rudal pencegat tersebut melesat ke luar atmosfer Bumi dan kemudian menghantam sebuah target ICBM tiruan, menghancurkannya dengan tabrakan langsung.

Namun diakui juga bahwa sistem GMD memiliki rekor buruk dalam uji coba pada sebelumnya, persisnya saat gagal mencegat target yang bergerak lebih lambat. Kendati demikian, pejabat Amerika Serikat ini menyebut sistem GMD mampu melindungi seluruh wilayah AS.

GMD disebut mampu menghentikan rentetan rudal sekaligus dari negara berbahaya seperti Korea Utara, namun diyakini akan kewalahan menangkal serangan rudal besar-besaran dari negara nuklir besar seperti negara Rusia.

Pada hari Rabu (29/11) dini hari, Korut meluncurkan rudal ICBM jenis baru, Hwasong-15. Korea Utara mengklaim Rudal Hwasong-15 ini mampu membawa hulu ledak super dasyat dan menjangkau target apapun di dalam daratan utama Amerika Serikat. Dalam pernyataan terpisah, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis, menyebut rudal terbaru Korea Utara ini mampu mengudara jauh lebih tinggi dari rudal-rudal lainnya yang pernah diluncurkan. Mattis memperingatkan bahwa Korea Utara dalam waktu dekat akan mampu mengancam semua wilayah di dunia ini.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply