sakuratoto

APA?? Dirut PLN Digeledah?? Ini Sebabnya…

 NEWS
Alternatif Link Ligaasiapoker

Rumah Sofyan Basir Dirut PLN Digeledah Oleh KPK

 

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoHarian – APA?? Dirut PLN Digeledah?? Ini Sebabnya…

 

IndoHarian – Rumah Sofyan Basir Dirut PLN Digeledah Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penggeledahan tersebut sudah dimulai sejak pagi tadi. Berikut adalah beritanya.

Kediaman Sofyan Basir Dirut PLN Digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Minggu (15/7/2018). Penggeledahan tersebut dilakukan untuk menemukan bukti yang terkait dengan perkara korupsi.

“Benar, ada penggeledahan di rumah Dirut PLN yang dilakukan sejak pagi ini oleh tim KPK,” Ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi pada hari Minggu sore harinya.

Menurut Febri Diansyah Juru Bicara KPK, penggeledahan ini terkait dengan penyidikan KPK dalam kasus suap terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

KPK juga menetapkan seorang pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo, yang diduga menjadi pihak pemberi suap.

KPK telah melakukan penyelidikan kasus ini sejak Juni 2018, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
OJK Rilis Aturan Baru Tentang Fintech
Inilah Harapan Gubernur Sumbar
Pekerjaan Trotoar Sudirman-Thamrin Pakai Bandung Bondowoso Style

 

Pada hari Jumat (13/7/2018) siang, tim penindakan KPK mengidentifikasi adanya penyerahan uang dari Audrey Ratna Justianty kepada Tahta Maharaya di lantai 8 gedung Graha BIP.

Audrey merupakan sekretaris Johannes Budisutrisno Kotjo. Sedangkan Tahta adalah staf sekaligus keponakan Eni Maulani Saragih.

Menurut dugaan KPK, Eni menerima suap total sebesar Rp 4,8 miliar yang merupakan commitment fee 2,5 persen dari nilai kontrak proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt itu. Diduga, suap diberikan agar proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1 berjalan mulus dan lancar.

“Kami harap agar pihak terkait dapat kooperatif dan tidak melakukan upaya-upaya yang dapat menghambat pelaksanaan tugas penyidikan ini,” Ucap Febri Diansyah.

Hasil pencarian Dirut PLN Digeledah hingga sekarang masih belum mendapatkan bukti maupun konfirmasi dari KPK.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita

Related Posts

Leave a Reply