Kata Mutiara Line adalah Kata-Kata Mutiara yang bertujuan untuk memberikan inspirasi melalui media online dalam bentuk gambar dan tulisan terpusat di LINE APP @vja0041t. width=

Sejarah Gudeg Nangka, Makanan Legendaris Yogyakarta

 Kuliner, Wisata
togel online terpercaya, bandar kita, bandar online terbaik, togel online, dijamin aman

Sejarah Gudeg Nangka, Makanan Legendaris Yogyakarta

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

Sejarah Gudeg Nangka, Makanan Legendaris Yogyakarta

IndoHarian – Djuhariah alias Yu Djum (85) adalah salah seorang penjual gudeg ikonik di Yogyakarta. Yu Djum yang merintis gerai gudegnya pada tahun 1950, berlokasi di Karangasem yang berdekat dengan Universitas Gajah Mada (UGM).

Gudeg buatannya sangat di gandrungi dan selalu jadi favorit warga Yogyakarta. Orang Jawa mana yang enggak suka gudeg nangka dengan rasa manis yang nendang, juga olahan telur rebus yang bumbunya meresap sempurna?

Wafatnya Yu Djum bisa disebut hilangnya salah satu ikon kuliner legendaris di Yogyakarta. namun begitu, eksistensi gudeg nangka sebagai masakan istimewa dan khas Yogyakarta tak lantas hilang.

Gudeg nangka sebenarnya telah ada sejak lama sejak Yogyakarta pertama dibangun,” ucap Murdijati Gardjito, salah seorang profesor sekaligus peneliti di Pusat Kajian Makanan Tradisional (PMKT), Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM pada indoharian hari Rabu (16/11/2016).

Waktu itu sekitar abad ke-16. Para prajurit Kerajaan Mataram membongkar hutan belantara untuk membangun peradaban yang kini terletak di kawasan Kotagede. Ternyata di hutan tersebut, Murdijati bercerita, terdapat banyak pohon nangka dan kelapa

Sejarah Gudeg Nangka, Makanan Legendaris Yogyakarta prajurit yang jumlahnya ratusan itu lau berusaha memasak nangka dan kelapa. Karena jumlah mereka sangat banyak, nangka dan kelapa dimasak di dalam ember besar yang terbuat dari logam. Pengaduknya pun besar, sama seperti dayung perahu,” lanjut penulis buku berjudul ‘Gudeg, Sejarah dan Riwayatnya’ itu.
Proses memasak gudeg tersebut mereka sebut hangudek, alias mengaduk. Dari hangudek, terbentuklah makanan yang kemudian disebut gudeg.

Dari ‘makanan tak sengaja’ yang diciptakan para prajurit Mataram, gudeg saat ini menjadi ikon sekaligus identitas Yogyakarta. Ketenaran gudeg dimulai dari keluarga para prajurit mataram, selanjutnya melebar ke masyarakat luas.

“Masyarakat melihat gudeg nangka itu sebagai sebuah makanan yang fleksibel. Bisa dikombinasikan cuma dengan tempe, tahu, bahkan hanya gudeg dengan areh (kuah) saja sudah dapat untuk makan. Warga yang punya uang juga dapat menyantapnya dengan telur atau ayam,” tutur Murdijati.

Itulah mengapa gudeg menjadi sebuah makanan favorit berbagai kalangan masyarakat. Apalagi, menurut Murdijati, gudeg menjadi komoditi yang dapat disatukan dalam satu tempat.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ternyata Ini Sejarah Nama Tahu Gejrot Makanan Legendaris Cirebon
Perbedaan Rumah Makan Padang dengan Warung Nasi Ampera
Info Lengkap Rasa Kenikmatan “Buah Dari Surga”

 

Buktinya adalah Jalan Wijilan. Mulai sejak tahun 1970-1980an, saat Yogyakarta mulai digalakkan sebagai kawasan pariwisata, Jalan Wijilan dijadikan sentra gudeg khas Yogyakarta. Di jalan inilah Yu Djum dan para penjual gudeg nangka lainnya membuka lapak warung gudeg .

“Tiap penjual memiliki pasarnya sendiri. Ada pelanggannya sendiri. Mereka tidak takut untuk kehilangan pembeli karena bicara soal gudeg nangka berarti bicara soal selera,” tutur Murdijati.

Itulah kenapa sepiring gudeg, dengan beraneka lauk yang bisa dipilih, selalu menempati ruang khusus di lambung warga Yogyakarta. Seporsi gudeg selalu bisa dinikmati baik buat sarapan, makan siang, sampai makan malam.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

indoharian banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply