banner 468x60

Selamat Karena Mual, Tidak Jadi Korban Helikopter Basarnas Jatuh, Ini Kisahnya

 NEWS
banner 468x60

Helikopter Basarnas Jatuh, Jurnalis Ini Selamat Karena Mual

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Helikopter Basarnas Jatuh, Jurnalis Ini Selamat Karena Mual

 

IndoHarian – Helikopter Basarnas jatuh di lokasi perbukitan Gunung Butak, Temanggung, Jawa Tengah. Sebelum heli jatuh, helikopter Basarnas memantau kondisi arus balik Lebaran tahun 2017.

Salah satu jurnalis, Yusuf Isyrin Hanggara, yang sempat menumpangi Helikopter nahas tersebut, mengungkapkan kisahnya. Dia adalah kontributor Net TV di Semarang.

Yusuf menceritakan, dia dan dua wartawan (Sindo dan Suara Merdeka) ikut dalam rombongan Basarnas untuk memantau arus balik Lebaran tahun 2017 via udara.

Dia dan rombongan berangkat dari Lanud Achmad Yani, Semarang. “Berangkat jam 10 kurang seperempat (09.45 WIB), perjalanan normal. Kru (helikopter Basarnas-nya tidak ada yg aneh. Semua orang SAR orangnya enak – enak. Sampai Brebes 10 lewat seperempat (10.15 WIB). Jadi perjalanan sekitar tiga puluh menit,” tutur dia saat berbincang dengan awak media, pada hari Senin (3/7/2017).

Usai dari Brebes, Yusuf mengatakan, rombongan bergerak ke Gringsing. Perjalanan udara tersebut ditempuh kurang lebih 30 menit.

Ketika tiba di lokasi Gringsing, 2 wartawan lainnya memilih melalui via jalur darat dengan menggunakan mobil Basarnas.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Nama-nama Korban dan Kronologi Helikopter Basarnas Jatuh di Bukit Muntung
Pesan Singkat Anies Pada Para Pendatang Di Jakarta
Perkuat Keamanan, Indonesia Bersama Filiphina Patroli Di Laut Sulawesi

 

“Tiba-tiba jam 2 kurang, ada info gunung di Dieng. Ternyata Basarnas dapat perintah untuk ke Dieng. Saya minta ikut, sebelum helikopter Basarnas jatuh” tutur dia.

Namun rombongan tak langsung ke Dieng, melainkan kembali ke Lanud Achmad Yani. Tujuannya untuk mengisi bahan bakar dahulu.

Sembari mengisi bahan bakar, Yusuf menuntaskan pekerjaannya yg tertunda. Sebab saat membuat berita di udara, dia sempat tidak dalam kondisi yang cukup baik.

“Saya merasa enggak enak, kebetulan masih ada tanggungan berita satu lagi. Di atas heli buat satu berita, tapi karena saya mual, jadi masih ada sisa. Saya izin pilot buat berita dahulu,” tutur dia.

Yusuf juga sempat memberitahu Kapten pilot Muhammad Affandi, kepastiannya untuk ikut pergi ke Dieng tergantung selesainya pekerjaan.

Usai selesai tunggakan satu berita, rasa penasaran Yusuf untuk ikut dalam rombongan Basarnas ke Dieng pun muncul. Namun ketika berjalan menuju landasan, mesin helikopter telah menyala. Dia pun mengurungkan niat. Sementara saat ini waktu menunjukkan jam 16.15 WIB.

Tidak berapa lama, Yusuf mendapat kabar jika helikopter Basarnas jatuh. Belum diketahui tempat persisnya dan jam berapa. Informasi awal itu didapatnya dari grup WhatsApp yang berisi semua wartawan. “Setengah enam (17.30 WIB) baru diketahui (heli Basarnas Jatuh). Saya sudah lemes dan Menangis. Saya lemas, diam. Terus, mengabari orangtua. Selama semalaman saya pun lemas, terpukul,” tutur dia.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply