banner 468x60

Sopir Bemo Menjadi Sopir Qute, Hutang Ratusan Juta Gara-gara Gubernur Baru

 MOBIL, NEWS, POLITIK
banner 468x60

Demi Menjadi sopir Qute, Abdurohim Terpaksa Hutang Rp. 120 Juta

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Demi Menjadi sopir Qute, Abdurohim Terpaksa Hutang Rp. 120 Juta

 

IndoHarian – Abdurohim seorang pria yang berusia 45 tahun mengaku harus bekerja lebih keras dari sebelumnya, Sejak beralih pekerjaan dari awalnya sopir bemo menjadi sopir Qute, dia tidak bisa lagi bersantai.

Sejak pemerintah provinsi DKI Jakarta mengeluarkan larangan operasional bajaj, Abdurohim sempat tidak berkerja sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi sopir angkutan Qute.

“Pas dicabut saya tak ada kerjaan, saya kan butuh uang buat kehidupan sehari-hari, kasih makan istri dan anak. Dan pada akhirnya saya jadi sopir angkutan Qute karena bemo tak boleh lagi,” ucap Abdurohim sambil mengemudikan angkutan Qute di kawasan Kota, Jakarta, hari Selasa (1/8).

Dengan setengah hati ia memutuskan menjadi sopir Qute. Bukan hal yang mudah baginya untuk menjadi sopir angkutan mini sebagai pengganti bemo ini. Salah satu pertimbangannya, ia harus mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk membeli Qute. Sementara itu, tak ada bantuan dana dari Pemprov.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Mabes Polri: Omongan Rizieq Itu Bohong, Nggak Bisa Dipegang Semuanya!!!
Diblokir di Indonesia, Bos Telegram Songok Menkominfo dengan Gurame?
Imigrasi Tak Bisa Pulangkan Rizieq ke Indonesia!!! Karena Ini Alasannya

 

Dengan terpaksa ia rela terbelit utang untuk membeli Qute. Yang terpenting bagi dia dapur tetap ngebul. Harga angkutan Qute dibanderol senilai Rp 80 juta. Jika dicicil, harganya bisa menjadi Rp 120 juta.

“Saya yang tadinya takut buat ngutang hingga jutaan, sekarang untuk hidup saya harus ngutang ratusan juta utk beli ini (qute), tanpa ada bantuan dari pihak pemerintah,” katanya.

Penghasilannya setiap hari tak jauh berbeda dengan saat ia menarik bemo. Tapi untuk kali ini ia harus bekerja jauh lebih keras dari sebelumnya.

“Yang tadinya hanya lima sampai enam putaran, sekarang bisa mencapai 10 lebih putaran karena kursi Qute cuma untuk empat orang sedangkan bemo bisa menampung delapan hingga sembilan orang,” tutur Abdurohim.

Abdurohim ingat betul, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama( Ahok) sempat memberi janji sopir bemo untuk tetap beroperasi. Tapi sejak Pak Ahok tidak menjabat, kebijakan tersebut berubah drastis.

“Dulu ahok janji buat bemo tetap bisa beroperasi karna dia bilang ini kendaraan tradisional, tapi saat ia ditahan tiba-tiba bemo tak boleh dioperasikan. Kalau ia masih gubernur pasti kita semua(supir bemo) sudah ngadu ke dia dan nagih atas janjinya,” keluhnya sopir Qute, Abdurohim .

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply