banner 468x60

Sopir Kopaja: Saya Melihat Jari Tangannya Masih Bergerak-gerak

 KRIMINAL, NEWS
banner 468x60

Cerita Sopir Kopaja yang Melihat Jari Tangannya Masih Bergerak Meski Sudah Terpisah

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Cerita Sopir Kopaja yang Melihat Jari Tangannya Masih Bergerak Meski Sudah Terpisah

 

IndoHarian – Dua ledakan bom menggegerkan warga sekitar Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kejadian yang terjadi pada hari Rabu 24 Mei 2017 malam itu menewaskan 3 polisi yang tengah bertugas menjaga pawai obor menyambut Ramadan. 2 orang yang kemudian diduga sebagai pelaku bom bunuh diri tersebut juga tewas seketika di lokasi dengan kondisi jari tangannya, kepala dan bagian-bagian tubuh lainnya hancur dan terpisah.

Bergidik ngeri saat melihatnya. Deni seorang sopir Kopaja jurusan Kampung Melayu – Pasar Senen, mengaku sangat terkejut saat melihat ada bagian tubuh manusia yg terlempar di depan matanya.

Kebetulan sekali, saat peristiwa, dia berada tidak jauh dari lokasi ledakan bom bunuh diri. Dia tengah berkumpul dgn teman – temannya di tempat biasa para sopir bercengkerama.

“Pas bomnya telah meledak ada potongan tangan terpental sampai seberang jalan, saya sama teman – teman sedang duduk di sekitar Halte Transjakarta karena memang tongkrongan para sopir. Jari – jari tangannya tersebut masih gerak – gerak padahal tidak ada badannya, sudah terputus,” cerita Deni kepada awak media di Terminal Kampung Melayu, pada hari Sabtu (27/5/2017).

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Kepergian Terakhir Ahmad Sukri Terlihat Janggal oleh Warga
Bus Transjakarta Koridor 5-7 Tetap Beroperasi, Tapi Tidak Berhenti di Halte K.M
Niat Tolong Polisi, Supir Kopaja 18 Tahun Ini Jadi Korban Bom Kedua

 

Saat bom yang pertama meledak, lanjut dia, warga sekitar penasaran dan mendekat. Namun berselang beberapa menit bom pertama meledak kemudian, bom yang kedua meledak lagi di lokasi yang tidak jauh dari ledakan awal.

“Saat bom kedua meledak baru orang – orang pada panik dan berhamburan. Pas ledakan pertama justru orang -orang pada mendekat penasaran ada apa,” cerita Deni.

Cerita Deni tersebut diiyakan oleh pedagang sekitar benama Yayu. Perempuan yg sejak 2007 berjualan di samping Halte Transjakarta Kampung Melayu ini awalnya tak tahu ada suara ledakan itu adalah bom.

“Walah, saya malah lari mendekat. Suara apa sih? Pas saya balik lagi ke dagangan, bom yang kedua meledak. Yang jari tangannya masih bergerak padahal tidak ada tubuhnya itu benar, dilihat sama para sopir – sopir,” tutur Yayu.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply