banner 468x60

Telah Dipolisikan, Dhandy Menghina Megawati Lewat Tulisan Ini

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Telah Dilaporkan ke Polisi, Karena Dhandy Menghina Megawati dan Samakan Megawati Dengan Suu Kyi Dalam Tulisannya

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Indoharian – Telah Dipolisikan, Dhandy Menghina Megawati Lewat Tulisan Ini

 

Indoharian — Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), organisasi sayap PDI-P telah melaporkan pemilik akun Facebook yang bernama Dhandy Dwi Laksono ke Polda Jatim, Rabu (6/9/2017) Karena Dhandy menghina Megawati dan samakan Megawati dengan Suu Kyi.

Karena akun tsbt telah memuat opini yang berjudul “San Suu Kyi dan Megawati“, yg berisi menyamakan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dgn pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Tulisan yg dimuat di situs berita itu pun langsung disebar melalui Facebook Dandhy pada tanggl 4 September 2017.

“Aku yg akan membuat semua keputusan itu, lantaran akulah pemimpin partai yg memenangi pemilu”. (Suu Kyi, dikutip The Independent, 11 Oktober 2015).

Jadi apa hubungannya dengan Megawati?

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Korban First Travel: Andika dan Anniesa Harus Dihukum Gantung!!!
Selamat Hari Lahir Gus Dur!
Ini Himbauan Bambang Untuk KPK

 

Setelah menggantikan Gus Dur ng justru mengambil jalan damai dan diplomasi budaya dengan Aceh, pada tanggal 19 Mei 2003, Presiden Megawati mengirim 40.000 tentara dan mengumumkan status Darurat Militer di Aceh yg berdarah-darah.

Ia mengikuti irama kendang para jenderal dan diplomatnya yg mengkondisikan perang di Aceh dengan membuat rangkaian perundingan internasional menemui jalan buntu, bahkan menangkapi para jururunding GAM, persis Jenderal De Kock menangkap Diponegoro saat berunding.”

Abdi Edison selaku Ketua DPD Repdem Jatim, pun menilai, secara keseluruhan, dalam opini tsbt sudah memanfaatkan momentum tragedi kemanusiaan di Myanmar utk menebar kebencian dan Dhandy menghina Megawati dan Presiden Jokowi sbg pimpinan negara.

“Didalam tulisannya itu disebut kalau sejak PDI-P memenangkan pemilu 2014, yg menjadikan Jokowi sbg presiden, jumlah penangkapan warga di Papua tembus angka 1.083 orang,” ucap Abdi.

Penulis opini tsbt, kata Edison, mengabaikan fakta kalau bagaimana Presiden Jokowi membangun infrastruktur Papua beberapa waktu terakhir.

“Didalam opini tsbt Dhandy menghina Megawati dan tidak disertakan solusi utk Papua seperti halnya tulisan opini pada umumnya. Ini bagi kami sudah jelas-jelas bermotif menebar kebencian dengan melalui media sosial (medsos),” ujarnya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply