sakuratoto

TERHARU! Selamatkan Pesawat Dari Gempa, Ini Ucapan Terakhirnya!

 KRIMINAL, NEWS
Iklan Ads

Selamatkan Pesawat Dari Gempa Di Palu, Ini Kalimat Terakhir Agung Pada Pilot Batik Air

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – TERHARU! Selamatkan Pesawat Dari Gempa, Ini Ucapan Terakhirnya!

 

Indoharian – Petugas ATC (Air Traffic Controller) Bandara Mutiara SIS Al Jufrie, Anthonius Gunawan Agung, berkorban nyawa demi selamatkan pesawat dari gempa dan juga berhasil menyelamatkan seluruh awak dan juga penumpang dari Batik Air dari gempa yang sedang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sebelum melompat dari menara ATC yang sedang rubuh, Agung ucapkan kalimat terakhirnya kepada seorang pilot yaitu bernama Kapten Ricosetta Mafella.

Lewat ungkapan belasungkawa di Instagram, Kapten Mafella menyampaikan bahwa agung telah selamatkan pesawat dari gempa dan tunaikan tugasnya untuk memandukan agar pesawat bisa lepas landas denga selamat untuk menuju Makassar, Sulawesi Selatan.

“‘Batik 6231 landasan pacu 33 kosong siap untuk lepas landas’. Itu adalah transmisi terakhir Anthonius pada saya, lalu kami menjawab,” kata Kapten Mafella.

Sang pilot sangat-sangat berterima kasih atas jasa Anthonius Gunawan Agung yang terus mendampinginya hingga berhasil terbangkan pesawat sebelum gempa dan tsunami menerjang. Kapten Mafella mengatakan Agung sebagai malaikat pelindungnya.

“Terima kasih untuk tidak  meninggalkanku dan menjagaku sampai aku terbang dengan selamat. Lalu dia melompat keluar menara, hingga kaki dan lengannya patah,” ucap sang kapten.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ini Penyebab Penganiayaan Haringga, Seperti Apa?
Korban Pemerkosaan Dituntut Penjara, KPAI Murka!!
Ngeri-Ngeri Sedap!! Utut Adianto Dipanggil KPK

 

“Penghormatanku untuk Anthonius Gunawan Agung sebagai malaikat pelindungku di Palu. Istirahatlah dengan damai sayap pelindungku. Tuhan bersamamu,”

Entah firasat atau apa, Captain Ricosetta Mafella mempercepat tiga menit penerbangannya dari jadwal yang sudah ditentukan. Seharusnya, dirinya dijadwalkan terbang pada pukul 17.55 WITA. Namun, ketika ground time pada pukul 17.52, Mafella meminta izin kepada menara pengawas untuk mempercepat penerbangannya.

Permintaan Mafella pun setujui oleh menara pengawas, dirinya mendapatkan izin take off. Rupanya saat ingin take off, gempa itu sudah terjadi. Akibat gempa tersebut, guncangan pun terasa di dalam kabin pesawat.

Meskipun merasakan guncangan, Mafella tidak merasa terganggu dan yang dia pikirkan hanya fokus di cockpit pesawat untuk airborne phase (tinggal landas). Dirinya tidak menyadari bahwa guncangan tersebut adalah gempa dan berpikir guncangan terjadi karena landasan pacu yang bermasalah.

Sesaat setelah take off, Mafella terputus komunikasi dengan tower bandara. Ternyata tower tersebut sudah hancur dan tidak bisa difungsikan lagi. Mafella baru sadar ada yang tidak beres setelah berada di ketinggian 2.000-3.000 kaki. Dari dalam cockpit ia melihat pesisir pantai Palu.

selamatkan pesawat dari gempa dan di balik cockpit dirinya melihat gelombang air di pantai yang cukup aneh. dia pun mengambil ponselnya dan mengabadikannya dalam sebuah video pendek berdurasi 10 detik. Sampai pada akhirnya lewat pemberitahuan radio mengabarkan bahwa pesawatnya merupakan pesawat terakhir yang terbang pada saat kejadian gempa itu berlangsung.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply