banner 468x60

Terkait Dugaan Suap, Bupati Batubara Ditahan KPK

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Diduga Suap, Bupati Batubara Ditahan KPK Terus Didalami Penyidik KPK

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

Indoharian – Terkait Dugaan Suap, Bupati Batubara Ditahan KPK

 

Indoharian, JAKARTA — Dugaan suap pada OK Arya Zulkarnain selaku Bupati Batubara nonaktif, yang sekarang tengah berstatus sebagai tersangka dan Bupati Batubara ditahan KPK terus didalami oleh penyidik KPK.

Sekian lama, KPK terus mencari tahu soal penerimaan fee sebesar Rp 4,4 miliar dari sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Batubara TA 2017.

Selanjutnya semua uang itu ditampung oleh OK Arya dengan melewati Sujendi Tarsono alias Ayen, pemilik dieler mobil di Medan.

Uang sebesar Rp 4 miliar yang didapatkan OK Arya dari pengusaha Maringan Situmorang (MAS) yg juga sebagai tersangka di kasus ini. Pemberian dari Maringan ke OK Arya ini dilakukan pada rentan waktu Mei-Agustus 2017 sebanyak 3 kali.

Febri Diansyah selaku Juru Bicara KPK pun telah mengatakan dalam pemberian pertama dilakukan oleh Maringan sebelum mendapatkan proyek, dengan 2 kali penyerahan yg masing-masing sebesar Rp 1,5 miliar.

Lalu diserahkan kembali Rp 1 miliar sesudah mendapatkan proyek. Maringan diindikasikan memberikan suap melalui cek ke Ayen.

Proyek yg didapatkan Maringan itu adalah, pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp 32 miliar yg dimenangkan oleh PT gunung Mega Jaya dan pembangunan Jembatan Sei Magung senilai Rp 12 miliar yg dimenangkan PT Tombang.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Begini Reaksi Panglima TNI Saat Dirinya Dilarang Masuk ke AS
Selamat Tiga Jam Pertemuan Tertutup Jokowi-Megawati, Ada Apa Ini?
Panglima TNI Ditolak Masuk Ke AS, Ini Dampak yang Akan Terjadi

 

Mengenai Bupati Batubara ditahan KPK. “Pada hari ini, Maringan Situmorang ( wiraswasta) diperiksa untuk dijadikan sebagai tersangka HH (Helman Herdady-Kadis PU),” ucap Febri, Senin (23/10/2017).

Sementara Kadis PU, Helman Herdady ikut diperiksa utk tersangka Syaiful Azhar (SA), kontraktor. Sementara Syaiful Azhar juga diperiksa untuk tersangka‎ Maringan Situmorang.

Diperkara ini, selain penerimaan fee sebesar Rp 4,4 miliar dari Maringan Situmorang, OK Arya pun ternyata juga menerima uang sebesar Rp 400 juta dari kontraktor lain yaitu Syaiful Azhar.

“Uang sebesar Rp 400 juta itu ditranfer dari S‎A (Syaiful zhar) ke rekening Kepala Dinas PU, HH (Helman Hendardi). Uang tersebut terkait proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp 3,2 miliar. Dengan pembagian Rp 300 juta untuk Bupati (OK Arya) dan Rp 100 juta untuk HH,” tambah Febri.

Telah diketahui kasus ini diawali oleh OTT, lanjut KPK menetapkan 5 tersangka dalam kasus suap terkait pekerjaan pembangunan infrastruktur di kabupaten Batubara TA 2017.

Bupati Batubara ditahan KPK itu adalah OK Arya, Ayen, Helman, Maringan, dan Syaiful. Sesudah resmi menjadi tersangka ke-5 orang itu lalu dijebloskan ke tahanan terpisah utk diproses hukum sampai nanti disidang.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply