banner 468x60

Terkait Kasus Dirdik KPK, Pansus Angket Buat Suara

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Terkait Kasus Dirdik KPK, Pansus Angket Buat Suara

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Terkait Kasus Dirdik KPK, Pansus Angket Buat Suara


IndoHarian
– Terkait Kasus Dirdik KPK , Ketua Pansus Angket yakni Agun Gunandjar Sudarsa meminta pimpinan KPK buat berlaku adil dan mengayomi semua pegawainya tanpa ada pandang bulu. Sebab, menurut dirinya, ada dualisme bahkan itu lebih daripada dualisme, di internal lembaga antirasuah itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Agun kala sedang menanggapi ihwal kehadiran Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman di rapat Pansus Angket, yang selanjutnya direspons publik supaya meminta KPK memecat Aris. Persoalan tersebut sekarang dibahas di Dewan Pertimbangan Pegawai. Lantaran Aris diduga sudah melanggar aturan internal KPK.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Nantikan Kehadiran New Picanto Generasi Ke-3
Merasa Tertekan, Buni Yani Teriak Pecahkan Keheningan Dalam Sidang
Terkuak Ternyata Aliran Dana First Travel Ngalir Kesini

 

Kasus Dirdik KPK “Menurut saya, berlakulah yang fair dan adil. Sebagai seorang pimpinan itu musti mengayomi semua namun kan ternyata di dalamnya ada dualisme,” ucapnya usai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto dalam kasus proyek pengadaam KTP-El di kantor KPK, daerah Jakarta, 31/8).

Dalam kesempatan itu, Agun tak menyebutkan secara gamblang duaslime apa yang dimaksud dirinya. tapi dia balik menanyakan soal penyidik senior Novel Baswedan yang sudah membuat pernyataan ke media asing namun itu tidak dianggap masalah oleh pimpinan KPK.

“Kenapa Anda bertanya soal itu, Novel saja kok bisa buat rilis ke media asing dan gak ada yang bully, Anda sekarang nanya saya (mengenai) Dirdik mau dipecat bagaimana komentarnya,” tuturnya.

Menurut Agun, di dalam tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) di KPK itu terdapat sebuah persoalan. Misalnya ada jual-beli pengaruh dan juga ada barter-barter kasus.

“Dalam tata kelola SDM itu menimbulkan masalah, bisa ada dagang pengaruh dan juga barter-barteran kasus. Ternyata dia (KPK) detail dalam satu komando,” ucap dia.

Ke depannya, Agun juga menuturkan, ujung Pansus Angket KPK ini yakni KPK yang memiliki kekuatan dengan ”membersihkan” para oknum di dalamnya. Oknum ini, ucap dia, akan terlihat dalam proses penyelidikan pansus nanti. Rapat pansus ini juga bakal selesai dengan rekomendasinya di 28 September mendatang.

“Ya pokoknya kita akan beresin semua. KPK kuat namun oknumnya kita sapu semua. Bersihin semua. KPK musti kuat tapi oknumnya akan kita bersihkan,” tutur dia ketika hendak masuk ke dalam mobilnya. Terkait Kasus Dirdik KPK, Pansus Angket Buat Suara

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply