sakuratoto

Terkait Suap PLTU Riau-1, KPK Bakal Panggil Saksi BUMN dan Politik. Begini Tanggapan KPK

 NEWS
Iklan Ads

Mengenai Suap PLTU Riau-1, KPK Bakal Panggil Saksi BUMN dan Politik

 

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoHarian – Terkait Suap PLTU Riau-1, KPK Bakal Panggil Saksi BUMN dan Politik. Begini Tanggapan KPK

 

IndoHarian – KPK Bakal Panggil Saksi BUMN dan Politik terkait dengan kasus suap PLTU Riau-1. Berikut ulasan beritanya.

KPK Bakal Panggil Saksi terkait kasus suap pembangunan PLTU Riau-1 pekan ini. Saksi tersebut dari sektor BUMN dan unsur politik.

“Jadi ada dua unsur yang direncanakan akan diperiksa di akhir minggu ini. Pertama, unsur saksi dari sektor BUMN, kedua, unsur saksi dari sektor politik,” Ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan-wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan hari Selasa (17/7/2018).

KPK sudah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi terkait suap yang melibatkan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih. Hingga saat ini sudah ada 8 lokasi yang digeledah, termasuk salah satu kantor BUMN.

Lokasi tersebut antara lain:
– Rumah Dirut PLN Sofyan Basir di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat
– Rumah tersangka Eni Maulani Saragih
– Kantor tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo
– Apartemen Johannes Budisutrisno Kotjo
– Rumah Johannes Budisutrisno Kotjo
– Kantor pusat PLN di Jalan Trunojoyo, Jakarta
– Ruang kerja Wakil Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih di kompleks parlemen DPR, Senayan, Jakarta
– Kantor perwakilan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Febri tidak merinci siapa saja saksi yang akan diminta keterangannya tersebut. Namun, hasil kegiatan penyidikan dari penggeledahan akan menjadi salah satu bukti yang akan dikonfirmasi.

“Pemeriksaan baru akan dilakukan akhir minggu ini. Pada proses pemeriksaan itulah baru bisa diklarifikasi apa yang diketahui dan tidak diketahui pada para saksi tersebut,” Ucap Febri.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
AKBP Sunario Dicopot Dari Jabatannya Kapolres Ketapang, Ini Penyebabnya
Hebat!!! Kapolri Dibursa Cawapres, Tapi Begini Kata Sang Istri
PD Banget! Nasdem Jabar Optimis Akan Kemenangan Jokowi

 

Dari sejumlah lokasi yang digeledah, KPK mengamankan CCTV yang salah satunya diambil dari rumah Sofyan Basir. Selain itu dari lokasi lainnya ada pula dokumen terkait PLTU Riau-1, termasuk dokumen terkait latar belakang penunjukan Blackgold, dokumen perjanjian dan skema proyek, dokumen rapat, serta barang bukti elektronik.

Eni diduga menerima keseluruhan Rp 4,5 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Johannes merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan Rp 500 juta yang diduga merupakan pemberian keempat. Pemberian pertama Eni diduga pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar, pemberian kedua pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar, dan pemberian ketiga 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Ada dugaan pemberian tersebut melalui staf dan keluarga Eni.

Akhir pekan ini KPK Bakal Panggil Saksi mengenai kasus suap PLTU Riau-1 untuk mengetahui kelanjutan kasus ini lebih lanjut lagi.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply