Kata Mutiara Line adalah Kata-Kata Mutiara yang bertujuan untuk memberikan inspirasi melalui media online dalam bentuk gambar dan tulisan terpusat di LINE APP @vja0041t. width=

Ternyata Ini Sejarah Nama Tahu Gejrot Makanan Legendaris Cirebon

 Kuliner, Wisata
togel online terpercaya, bandar kita, bandar online terbaik, togel online, dijamin aman

Ternyata Ini Sejarah Nama Tahu Gejrot Makanan Legendaris Cirebon

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

Ternyata Ini Sejarah Nama Tahu Gejrot Makanan Legendaris Cirebon

IndoHarian – Tahu Gejrot adalah salah satu kuliner asli Cirebon, Jawa Barat, yang amat di sukai masyarakat dari berbagai kalangan. Tak heran jika kemudian kuliner yang biasa disajikan di atas piring gerabah itu menjadi salah satu makanan legendaris di Indonesia.

Bahan utama tahu gejrot adalah tahu gembos yang dihidangkan dengan kuah kecap, cabai rawit, bawang merah, dan gula merah. Selain dengan murah dan mudah dalam pembuatan, salah satu makanan khas Cirebon ini mempunyai aroma wangi dan cita rasa unik.

Kekhasan dari makanan tradisional ini tak hanya terletak pada bahan dan pelengkap sajiannya, wadah dan alat makannya menggunakan biting (tusuk kecil terbuat dari bambu atau kayu). tapi tidak banyak yang tahu sejarah kemunculan tahu gejrot yang biasa dijual di pikulan itu.

Budayawan Cirebon Nurdin M Noer menyampaikan, berdasarkan dari hasil pengumpulan data penulisan, terungkap bahwa dapur-dapur produksi (pabrik tahu gejrot) berada di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon.

Dia mengungkapkan , salah satu keterampilan membuat makanan ini berlangsung pada zaman prakemerdekaan. Bahkan, hingga kini dapur-dapur pembuatan tahu gejrot masih lestari dan berkembang secara tradisional.

“Setidaknya, di Jatiseeng terdapat enam pabrik tahu gejrot yang masi berkembang cuma memproduksi tahu gejrot, tanpa diversifikasi produk lain dari bahan baku sejenis,” tutur dia.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Wow!!!! Kopi Arabika Indonesia Merambah Pasar Qatar
Perbedaan Rumah Makan Padang dengan Warung Nasi Ampera
Info Lengkap Rasa Kenikmatan “Buah Dari Surga”

Sentra usaha tahu gejrot di Jatiseeng tersebut memang diwariskan secara turun temurun sampai saat ini memasuki generasi ke-3.

“Kalau kata Dulhamid, salah seorang jawara tahu gejrot,dahulu, pemilik pabrik tahu gejrot adalah orang-orang keturunan China. Maklum kondisi keamanan dan ekonomi sebelum tahun 1950 masih morat- marit, mengharuskan penduduk pribumi bekerja apa saja, termasuk beburuh membuat tahu gejrot. Bahkan banyak juga yang ikut turut memasarkannya dengan keliling kampung,” tutur dia.

kala situasi ekonomi dan politik mulai membaik, orang-orang kaya yang bermodal banyak mulai meninggalkan usaha tahu gejrot dan memilih membuka usaha lain di kota-kota yang menjanjikan keuntungan lebih besar. Di tengah kondisi itu, penduduk pribumilah yang mulai mengambil alih produksi tahu gejrot.

Keahlian membuat makanan tersebut didapat lewat praktik langsung di pabrik-pabrik milik orang China selama bertahun-tahun. banyak buruh pabrik tahu gejrot memilih membuka usaha sendiri saat majikannya mengalami kebangkrutan.

“Sejak saat itulah keberadaan tahu gejrot mulai dilestarikan dan dikembangkan pendistribusiannya hingga terkenal di mana-mana,” ujar dia.

sedangkan nama tahu gejrot sendiri bermula dari saat kepraktisan para pengecer tahu gejrot yang berjualan keliling kampung. Dia mengatakan, tahu gejrot memiliki keranjang khusus dan identik berjualan dengan cara dipikul.

Dalam keranjang khusus tahu gejrot itu, para pedagang sudah menyediakan air gula merah dalam wadah gendul (botol). sementara, bumbu-bumbu lainnya biasa digerus mendadak.

Ternyata Ini Sejarah Nama Tahu Gejrot Makanan Legendaris Cirebon “Tentu saja air gula merah yang encer dalam botol berlubang kecil jika dikucurkan harus dengan jalan dihentak atau digejrotkan, dan menimbulkan bunyi jrot-jrot-jrot. Nah karena yang digejrot itu tahu, maka orang menyebutnya tahu gejrot. Hingga sekarang, nama kuliner khas Cirebon itu masi tetap lekat di hati masyarakat,” kata Nurdin.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

indoharian banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply