Kata Mutiara Line adalah Kata-Kata Mutiara yang bertujuan untuk memberikan inspirasi melalui media online dalam bentuk gambar dan tulisan terpusat di LINE APP @vja0041t. width=

Terungkap Kekejaman Duterte Demi Meraih Posisi Presiden Filipina

 News
togel online terpercaya, bandar kita, bandar online terbaik, togel online, dijamin aman

Terungkap Kekejaman Duterte Demi Meraih Posisi Presiden Filipina

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

IndoHarian – Terungkap Kekejaman Duterte Demi Meraih Posisi Presiden Filipina

IndoHarian – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan pembunuhan lawan politiknya ketika beliau menjabat sebagai wali kota Davao, kesaksian dari mantan anggota regu pembunuh di Davao.

Edgar Matobato berikan saksi dalam rapat Senat bahwa ia & anggota tim yang lain membunuh kurang lebih 1.000 orang selama dalam tempo 25 th.

Beliau memberikan detail yg mengerikan berkenaan pembunuhan yg mereka melakukan, termasuk juga membunuh korban yang menjadi makanan seekor buaya.

Juru berbicara Duterte menolak tuduhan tersebut, & menyampaikan investigasi sewaktu Duterte menjabat sbg wali kota tak menunjukkan hasil.

Matobato, berumur 57 th, menyampaikan beliau dulu adalah Anggota Davao Death Squad , group yg ternama bermain hakim sendiri, & diduga bertanggung jawab atas pembunuhan beberapa ratus orang.

“Tugas kami membunuh para penjahat seperti pengedar narkoba, pemerkosa, pencuri,” terang Matobato.

Namun, beliau juga ikut menyebut lawan politik Duterte, Prospero Nograles, turut menjadi target, termasuk juga empat pengawalnya.

“Korban-korban ditembak atau dicekik, beberapa isi perutnya dikeluarkan & dibuang ke laut untuk makanan ikan,” lanjutnya

‘Pengoman masjid’

Beliau menyampaikan pada anggota Senat bahwa beliau dilindungi juga sebagai saksi, namun saat ini dirinya bersembunyi ketika Duterte jadi presiden karena takut nyawanya terancam.

Matobato pun menyebut Duterte memerintahkan pengeboman satu buah tempat ibadah untuk membalas dendam atas serangan di Katedral Davao pada 1993.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ada Indikasi Pemalsuan CCTV Cafe Olivier, Kubu Mirna Jadi Tersangka?
MURMER! Anak SD Menjadi Pelanggan Prostitusi Semak semak di Denpasar Bali
Sahh!! Bank Indonesia Akan Segera Terbitkan Uang Rupiah NKRI Desain Terbaru

Atas pendapat tersebut, juru berkata Duterte menyampaikan, “Saya kira dirinya (Duterte) tak akan mungkin memberikan perintah-perintah itu.”

Putra Prospero Nograles, Karlo, yg mewakili kota Davao, menolak opini Matobato yg berhubungan dgn para pengawal ayahnya.

“Saya tak tahu apa yg dirinya(Matobato) katakan. Aku cuma sanggup mencurigai bahwa laki-laki ini dimanipulasi oleh sekian banyak oknum yg mau mencapai kemauan ego mereka,” catat Karlo dalam akun Facebooknya.

Duterte jadi wali kota Davao pada 1988.

Sejak terpilih sbg presiden thn ini, lebih dari 3.000 pembeli & pengedar narkoba dibunuh walau ada peringatan dari internasional dikarenakan melanggar HAM.
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

indoharian banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply