Terungkap! Pemicu Nafsu Makan Bertambah, Ingin Tau??

Stres Dan Depresi Adalah Penyebab Atau Pemicu Nafsu Makan Bertambah Drastis Menurut Penelitian Zipjet

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner
Indoharian – Terungkap! Pemicu Nafsu Makan Bertambah, Ingin Tau??

Indoharian – Stres maupun depresi adalah Pemicu Nafsu Makan Bertambah. Dan kedua hal tersebutlah yang kerap terjadi, apa lagi di kota-kota besar. Menurut survei Zipjet pada tahun 2017, seumpama, Jakarta sekarang berada di peringkat 18 teratas kota dengan penduduk paling stres maupun depresi dengan total skor 7,84.

Tidak kaget jika bermacam-macam cara telah dilakukan masyarakat atau penduduk untuk menghadapi stres maupun depresi, salah satunya yakni mengonsumsi makanan atau minuman (beralkohol) yang dianggap sebagai comfort food atau makanan yang membuat pikiran tenang.

Sayangnya, tanpa disadari kebiasan itu justru memicu emotional eating yang jika tidak dikendalikan dapat meningkatkan asupan gula, garam dan lemak (GGL) yang mampu memicu penyakit.

Psikolog dari LightHOUSE, Tara de Thouars mengungkapkan stres dan depresi adalah Pemicu Nafsu Makan Bertambah. Atau bisa disebut sebagai emotional eating merupakan kondisi di mana makan makanan dipilih sebagai cara untuk mengatasi stres maupun depresi. Makanan dianggap sebagai penenang, sekaligus batu loncatan.

Emotional eating berasal dari dua arti, yang pertama dari segi fisik, ketika seseorang mengalami stres maupun depresi biasanya akan mengalami perubahan kimia pada otak, dopamin dan serotonin adalah dua hal tersebut memiliki peran yang cukup besar untuk mengatur perasaan. Pada saat kalian stres maupun depresi, kadar keduanya mulai turun, sehingga perasaan kalian menjadi kurang baik.

Yang kedua, dari sisi psikolog, setiap manusia memiliki survival insting atau insting untuk bertahan, di mana jika ada sesuatu yang tidak nyaman maka dia akan mencari sesuatu untuk menyeimbangkan atau menstabilkan emosi. Untuk menyeimbangkan emosi, salah satu yang sering dicari adalah makanan.

Tara mengatakan, ada alasan di balik hubungan antara stres dan makan. Baginya, emosi dan logika tak bisa berjalan bersamaan. Pada emosi naik, maka logika pun menjadi turun, begitu juga sebaliknya.

“Karena hal tersebut, apa pun itu keputusan yang kita buat, jika dalam keadaan emosi tinggi atau depresi, keputusannya biasanya enggak tepat, termasuk makan juga,” ujar Tara saat acara Jakarta Food Editor’s Club (JFEC), pada hari Selasa (18/12/2018).

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
BEJAT! Praktek Pungli Korban Tsunami Banten, Hingga Jutaan
Terungkap! Gangguan Fatal Otak Langka Dapat Dideteksi
WASPADA! Pemicu Kolesterol Naik, Dapat Mengakibatkan Kematian

“Nah, pada saat makan adalah perilaku pengambilan keputusan. Ketika dalam kondisi stres maupun depresi, pengambilan keputusan makan biasanya tidak tepat, misalnya berlebihan dari yang dibutuhkan dan pilihan makanannya yang kurang sehat.“

Tara menganjurkan, tak mempermasalahkan jika makan dianggap sebagai penenang ketika stres atau depresi, selama tidak berlebihan.

Data dari American Psychological Association, mengatakan 38% orang dewasa mengaku bahwa saat mereka mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan karena sedang stres, setelah melakukan hal tersebut mereka merasa menyesal.

Emotional eating memiliki macam-macam tanda yang bisa kita ketahui atau deteksi. Contoh secara mendadak muncul keinginan makan-makanan yang cukup spesifik, atau cenderung makan lebih banyak dari yang seharusnya tapi setelahnya merasa bersalah.

“Ketika kita makan-makanan dalam kondisi yang sebenarnya sedang tidak lapar, tubuh kita sebenarnya sedang tidak menginginkan asupan kalori. Bila kondisi ini terus berulang, maka kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak dan dapat menyebabkan obesitas, nah dan sebagai Pemicu Nafsu Makan Bertambah adalah jika kalian sedang stres, depresi, apapun itu yang membuat emosi secara spontan tidak terkontrol,” ujar Manager Program Klinik LightHOUSE Vera Yudhi H. Napitupulu.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *