Kata Mutiara Line adalah Kata-Kata Mutiara yang bertujuan untuk memberikan inspirasi melalui media online dalam bentuk gambar dan tulisan terpusat di LINE APP @vja0041t. width=

Tiga Hakim Sidang Kasus Jessica Dipolisikan Karena Sebut Tangisan Jessica Cuma Sandiwara

 Kriminal
togel online terpercaya, bandar kita, bandar online terbaik, togel online, dijamin aman

Tiga Hakim Sidang Kasus Jessica Dipolisikan Karena Sebut Tangisan Jessica Cuma Sandiwara

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

IndoHarian – Tiga Hakim Sidang Kasus Jessica Dipolisikan Karena Sebut Tangisan Jessica Cuma Sandiwara

IndoHarian, JAKARTA – Kantor Pendidikan Advokat Pengacara Indonesia (Kapindo) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) laporkan 3 orang hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yg mengurus kasus Jessica Kumala Wongso ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

Tiga hakim yg dilapor yaitu Binsar Gultom, Partahi Tulus Hutapea, & hakim ketua Kisworo.

Perwakilan advokat, Bahriansyah, mengucapkan laporan ini dikarenakan sikap tak menyenangkan yg sudah dilakukan oleh ke-3 hakim ketika putusan sidang Jessica.

Menurut pendapatnya, perbuatan majelis hakim yg seperti menyerang kepribadian Jessica itu dinilai tidak masuk akal.

Bahkan majelis hakim juga mengatakan tangisan Jessica waktu persidangan adlh palsu.

“Sebut tangis (Jessica) palsu itu termasuk menghina tersangka. Itulah yg kami laporkan ke Bareskrim,” ucap Bahriansyah ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Bahriansyah juga laporkan perbuatan majelis hakim yg turut dianggap nyerang kehormatan profesi advokat.

Tetapi, menurut pendapatnya, pihak Bareskrim juga masih memintanya jelaskan lebih detail perihal perlakua tersebut.

“Perbuatan serang profesi advokat ini dianggap masih kurang jelas (detail). Kita diminta untuk memperbaiki,” ucapnya.

Rencananya, Bahriansyah akan serahkan laporan yg sudah diperbaiki pada 3 Nov nanti.

Setelah dari Bareskrim, pihaknya akan laporkan majelis hakim ke Komisi Yudisial perihal pelanggaran kode etik.

Sesudah itu barulah mereka laporkan ke Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) dan juga Mahkamah Agung.

“Nanti dipilah-pilah dulu oleh pihak Bareskrim perlakuan mana yg tak menyenangkan bagi tersangka. Ntar akan dipelajari dan juga dilihat dahulu apakah sesuai atau tidak,” ujarnya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Mantap!!! 5 Bandar Togel Tanggerang Berhasil di Ringkus Polisi
Seorang Perempuan Nangis Histeris , Tiap Hari Celana Dalamnya Hilang Dengan Misterius
TNI AL Bawa Parang Tantang Polisi Yang Gerebek Arena Judi Sabung Ayam

Tangisan Sandiwara?

Ketika membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri JakPus, Kamis (27/10/2016) kemarin, Hakim Anggota Binsar Gultom memperkarasakan sifat Jessica yg sedang menangis terisak-isak ketika bacakan surat pembelaan atau pledoi.

” Tersangka gunakan suara isak tangis & memakai kaca mata. Majelis nilai apakah hal tersebut beneran atau tidak, tetapi majelis memandang tangis itu tidak murni, tak tulus dari hati nuraniny yang paling dalam,” ucap Hakim Anggota Binsar Gultom ketika bacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Menurut penilaian hakim, tangis jessica itu cuma sandiwara.

Pasalnya, selagi bacakan pleidoi dgn menangis terisak tak ada sikitpun air mata Jessica yg terlihat.

Bahkan, air dri lubang hidung ataupun yg kita sebut ingus juga tak keluar sampai tetesi mulut Jessica.

” Tak pernah tersangka ada pegang tisu & sapu tangan untuk hapus air matanya, ” ucap Binsar.

Seperti yg kita ketahui, Majelis Hakim memberi pennilaian bahwa Jessica secara sah & meyakinkan sudah terbukti bersalah dalam melakukan pembunuhan berencana kepada I Wayan Mirna Salihin.

Atas dasaran tersebutlah majelis putuskan, menghukum Jessica dgn hukuman penjara selama 20 thn dipotong masa tahanan.

 

 

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

indoharian banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply