Tragis !! Begini Nasib Koalisi PKS-Gerindra

Nasib Koalisi PKS-Gerindra Di Tentukan Tanggal 30 Bulan Juli Ini

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Tragis !! Begini Nasib Koalisi PKS-Gerindra

IndoHarian – Direktur Pencapresan DPP Partai PKS yakni Suhud Alynudin menyatakan bahwa Nasib Koalisi PKS-Gerindra jelang pendaftaran Pilpres 2019 bakal ditentukan pada 30 Juli nanti. Hubungan koalisi yang sudah dijalin kedua partai sejak Pilpres 2014 bisa saja kandas bila tak ada kesepakatan soal capres-cawapres.

Besok Tanggal 30 nanti bakal ditentukan terkait dengan Nasib Koalisi PKS-Gerindra,” ucap dia usai menghadiri agenda diskusi publik di bilangan Cikini, daerah Jakarta Pusat, Sabtu (28/7).

Suhud tak menjelaskan secara gamblang apa saja bentuk indikator yang dapat membuat hubungan PKS dan Gerindra retak. tapi dia menjelaskan, salah satu indikatornya terkait dengan sembilan nama kader PKS yang diajukan oleh ke Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto supaya diusung sebagai cawapres.

“Ya itu salah satulah. yakni Proses ini kan sudah panjang, dan bukan cuma faktor itu. Juga ada faktor lain. Ya janganlah sampai pacarannya dengan siapa, nikahnya nanti dengan siapa,” ungkap dia.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Alumni UGM Dukung Jokowi Untuk Melanjutkan Masa Jabatan
Capres-cawapres Rekomendasi Idealis Panitia Ijtimak Ulama!
Jokowi Jalan Santai Makassar Taktik Perang Pilpres!

Suhud sempat mengakui, PKS memang belum tentu berkoalisi dengan Gerindra. Partainya sudah menyiapkan beberapa opsi untuk menghadapi kemungkinan terburuk jelang pendaftaran peserta Pilpres 2019.

Kebersamaan PKS dan Gerindra selama ini juga bukan harga mati musti terus bersama menghadapi kontestasi. Suhud menuturkan , PKS kala ini sedang merintis poros koalisi baru yang ia sebut sebagai sebuah poros keumatan.

Langkah ini yakni sebagai antisipasi bila tak ada kesepakatan dengan Gerindra. Beberapa parpol di barisan pendukung Jokowi juga didekati. Bahkan, PKS sudah melakukan pertemuan dengan PKB.

Kendati demikian, Suhud pun sudah memastikan PKS tak akan mendukung bakal capres pejawat Joko Widodo (Jokowi). Sikap ini pun telah ditunjukkan sejak Pilpres 2014 yang lalu dengan memosisikan diri sebagai sebuah parpol oposisi pemerintah bersama dengan Gerindra. “PKS yang tentunya tidak dengan Pak Jokowi,” tutur dia.

Menurut Suhud, koalisi yang sudah dibangun parpol-parpol pendukung Pak Jokowi masih cair. Keyakinan ini pun membuat PKS masih membangun komunikasi dengan mereka.

Selain PKB, partai yang sedang dipimpin Sohibul Iman itu pun melakukan komunikasi dengan Golkar. ntarnya kalau Pak Jokowi memilih siapa wakilnya, kemudian ada partai-partai yang tak nyaman, kan ada kemungkinan bakal lari. Nah ini yang bakal kita tangkap,” ungkap dia. Tragis !! Begini Nasib Koalisi PKS-Gerindra

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *