Vanessa Angel Dibunuh, Kuasa Hukum Vanesa Angel Diminta Keterangan

Vanessa Angel Dibunuh, Kuasa Hukum Sebelumnya Bilang Vanesa Angel Sempat Ingin Bunuh Diri

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianVanessa Angel Dibunuh, Kuasa Hukum Vanesa Angel Dimintai Keterangan

 

Indoharian Vanessa Angel Dibunuh Tersangka kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Vanessa Angel disebut mengalami depresi hingga sempat ingin bunuh diri di tahanan. Vanessa saat ini ditahan di rumah tahanan Polda Jawa Timur terkait kasus prostitusi online.

Ia diduga menyebarkan gambar berkonten melanggar kesusilaan dan dijerat dengan pasal 27 ayat 1 Undang-undang ITE.

Kuasa hukum Vanessa Angel, Aga Khan, menyampaikan kliennya memang mengalami depresi bahkan sempat ingin bunuh diri.

“Iya, dia (Vanessa) ngomong sama tantenya itu, ingin bunuh diri. Tapi sudah di-bilangin sama tantenya,” kata Aga, saat dikonfirmasi, Indoharian.com, Jumat, (22/3).

Aga mengatakan, kondisi itu, disebabkan lantaran Vanessa takut kehilangan apa yang telah dimilikinya selama ini seperti karir, popularitas dan keluarganya.

Vanessa, kata dia jelas tertekan atas kasus yang kini menjeratnya, ditambah lagi, hubungannya dengan kekasih baru saja kandas.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Sandiaga Hilang Akal, Apa Yang Terjadi Dengan Sandiaga Uno?
Kartu Pradungu Jokowi, Apakah Akan Ada Kartu Baru Lagi?
Jokowi Menikam Prabowo, Saat Bertemu Banyak Pengusaha

“Vanessa itu kan masih muda, semua karier, kerjaan, cinta dia kan pasti hilang,” katanya.

Namun, Aga enggan membenarkan, soal adanya sejumlah oknum yang dengan sengaja melakukan tekanan ke Vanessa. Depresinya Vanessa, menurut Aga, disebabkan karena kondisi psikis artis film televisi (FTV) sendiri.

“Enggak tahu saya (tekanan), tapi mungkin kalau kena tekan psikis. Mungkin karena dia ditahankan, tertekan jiwa mentalnya,” kata Aga.

Menurut Aga, kliennya itu sama sekali tak terlibat dalam jaringan prostitusi online (daring). Selama ini kata dia, Vanessa hanya terhubung ke salah satu mucikari, dan tak masuk ke kelompok jaringan yang besar.

“Vanessa Angel Dibunuh Enggak ada kaitannya dengan mereka (jaringan prostitusi online). Mereka itu menjual Vanessa dari tangan ke tangan, bukan karena Vanessa yang menjajakan diri dan masuk dalam jaringan,” kata Aga.

Aga hanya berharap agar permohonan penangguhan penahanan yang sudah diajukan sejak beberapa waktu bisa segera dikabulkan. Sebab pemberkasan perkara Vanessa diketahui Aga juga telah rampung.

“Vanessa minta biar dia segera ditangguhkan saja, alasan Polda Jatim kan (dia) ditahan untuk pemeriksaan, kalau udah selesai ya kabulkan dong,” katanya.

Aga juga meminta kepolisian untuk berlaku adil dalam memproses kasus ini juga. Ia mempertanyakan kejelasan pemanggilan pemeriksaan terhadap pengguna jasa prostitusi online.

“Penegakan hukum di kasus Vanessa, tolong ditegakkan jangan Vanessa doang. Pengguna Vanessa katanya mau dipanggil sampai sekarang mana,” kata dia.

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polda Jawa Timur, meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komisi Nasional Perempuan untuk melindungi Vanessa.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyebut, hal itu menyusul adanya sebuah informasi, yang mengatakan bahwa artis berusia 27 tahun tersebut mendapatkan tekanan dari sejumlah oknum.

“IPW mendapat informasi selama di tahanan Polda Jatim, Vannesa kerap diteror oknum tertentu hingga dia tertekan dan berniat bunuh diri,” kata Neta.

Indoharian.com sudah berusaha menghubungi Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera, Vanessa Angel Dibunuh terkait hal itu namun belum direspons.
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *