Wabah Ebola Di Uganda, Tewaskan Ratusan Jiwa

Seorang Anak Berusia Lima Tahun Yang Dinyatakan Positif Mengidap Wabah Ebola Di Uganda Meninggal Dunia

Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

IndoharianWabah Ebola Di Uganda, Tewaskan Ratusan Jiwa

 

Indoharian – Seorang anak berusia lima tahun yang dinyatakan positif mengidap wabah Ebola di Uganda meninggal dunia. Ini merupakan kematian pertama akibat penyebaran wabah Ebola yang baru pertama kali menyerang Uganda.

Mengutip menteri kesehatan, kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Uganda, melaporkan kematian anak laki-laki usia 5 tahun Rabu (12/6). WHO pertama kali melaporkan kasus tersebut pada hari Senin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus Ebola pada anak laki-laki ini merupakan yang pertama di Uganda, sejak virus itu kembali menyerang Republik Demokratik Kongo 10 bulan lalu.

“Bocah yang dites positif Ebola di Kasese (kota di Uganda) kemarin, meninggal kemarin malam di unit isolasi,” kata pejabat Kementerian Kesehatan Uganda mengonfirmasi kepada AFP.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Waspada! Gejala Umum Gangguan Hormonal PCOS
Waspada! Bahaya Bubble Tea Sebabkan Sembelit
Cara Diet Cepat Dengan 6 Makanan Peluntur Lemak

Anak itu rencananya akan dimakamkan pada Rabu (13/6). Pemakaman itu bakal dilakukan sesuai dengan arahan dari Menteri Kesehatan Uganda Ruth Aceng.

“Kementerian Kesehatan, WHO dan Pusat Pengendalian Penyakit telah mengirim tim tanggap cepat ke Kasese untuk mendukung tim-tim di lapangan serta melanjutkan berbagai kegiatan termasuk pelacakan kontak dan pengelolaan kasus. Kementrian Kesehatan , WHO dan CDC akan melakukan vaksinasi terhadap orang-orang terkait kasus dan petugas kesehatan di garis depan yang tidak divaksinasi serta pekerja lain mulai 14 Juni 2019,” kata pejabat Kementerian Kesehatan Uganda itu.

Pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan Uganda secara keseluruhan telah mengkonfirmasi tiga kasus Ebola. Ia mendesak warga Uganda untuk bekerja sama dengan para pejabat kesehatan guna mencegah penyebaran virus yang sering mematikan ke bagian lain negara itu.

Wabah Ebola di Uganda pada anak ini diduga terjadi saat dia beserta keluarganya berkunjung ke Kongo, negara dengan kasus terbanyak. Sang ibu ke Kongo bersama anak laki-lakinya dan juga empat orang anggota keluarga lainnya.

Ibu dari anak tersebut merupakan warga negara Kongo yang menikah dengan seorang berkewarganegaraan Uganda. Sang ibu berkunjung ke Kongo untuk merawat ayahnya yang akhirnya meninggal karena Ebola.

Kementerian Kesehatan Uganda dan WHO telah mengirim tim ke Kasese untuk melacak kemungkinan kasus dan memvaksinasi orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan pasien Ebola.

Uganda merupakan negara yang masuk dalam siaga tinggi sejak wabah Ebola di Uganda melintasi perbatasan Kongo timur. Lebih dari 2.000 kasus Ebola yang sangat menular itu ditemukan di sana.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *