banner 468x60

Warga Sukabumi Keracunan Daging Kurban, Apa Karena Sapi Rabies?

 KULINER, NEWS
banner 468x60

Puluhan Warga Sukabumi Terbaring di Puskesmas Usai  Keracunan Daging Kurban

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Puluhan Warga Sukabumi Terbaring di Puskesmas Usai  Keracunan Daging Kurban

 

IndoHarian – Kasus keracunan daging kurban massal melanda puluhan warga di Kampung Pasir Angin, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada hari Sabtu (2/9). Diduga, para warga mengalami gejala keracunan seperti merasa mual – mual dan muntah serta pusing usai menyantap daging kurban yang dibuat satai.

Informasi yang didapat dari warga menyebutkan, warga membuat satai pada hari Jumat (1/9) malam. Sebelumnya, warga memperoleh pembagian daging kurban pada hari Jumat sore.

Warga mulai mengalami gejala keracunan daging kurban sejak hari Sabtu pagi dan langsung dibawa ke Puskesmas Cicurug untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil data sementara dari puskesmas menyebutkan terdapat 33 warga yang mengalami gejala keracunan.

Salah seorang warga yang mengalami gejala keracunan bernama Ramdani (33 tahun) menuturkan, pada hari Jumat malam warga di kampungnya memang secara bersama  -sama membuat satai dan mengkomsumsinya. “Usai pulang ke rumah, saya mulai merasa mual-mual sekitar jam 03.00 WIB,” terang dia.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ketua MUI: Pemilik FT Harus Dihukum Seberat-beratnya
Viral, Dua Dokter Bertengkar Saat Operasi Persalinan
Di Dalam Tahanan, Bunda Sitha Rajin Beribadah

 

Gejala tersebut ucap Ramdani ternyata dialami sejumlah warga lainnya yang juga menyantap satai daging kurban. Sebagian dari warga dibawa ke puskesmas untuk memperoleh penanganan medis.

Kepala Desa Kutajaya, Ujang Royani melanjutkan, warga yang mengalami gejala keracunan diduga usai memakan satai daging kurban pada hari Jumat malam. “Namun penyebab pasti keracunan masih terus ditelusuri petugas di lapangan,” tutur dia.

Ujang menuturkan, kini petugas masih fokus untuk penanganan warga yang keracunan.

Kepala Puskesmas Cicurug, Teddi Mulyadi menuturkan, tim medis puskesmas telah berupaya maksimal menangani warga yang diduga kuat keracunan satai. Menurutnya, sebagian korban keracunan telah diperbolehkan pulang kerumah masing-masing karena kondisinya yang sudah membaik.

Para pasien keracunan daging kurban ujar Teddi sudah diberikan infus antibiotik, obat pencahar, dan obat panas. Lebih lanjut ia mengatakan, penyebab terjadinya keracunan masih belum dapat dipastikan berasal dari daging ataupun dari bumbu satai. Petugas harus lebih dulu memeriksa sampel makanan di laboratorium.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply