sakuratoto

WOW! SMRC Prediksi Jokowi Akan 2 Periode, Ini Penjelasannya!

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

SMRC Prediksi Jokowi Mengikuti Jejak SBY Jadi Presiden 2 Periode

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – WOW! SMRC Prediksi Jokowi Akan 2 Periode, Ini Penjelasannya!

 

Indoharian – Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting SMRC prediksi Jokowi dan berpeluang akan terpilih kembali menjadi presiden dalam Pilpres 2019.

Hasil survei SMRC prediksi Jokowi dan menunjukkan tren perolehan suara responden untuk Joko Widodo lebih unggul dari pesaing lainnya yaitu seorang Prabowo Subianto dan juga Sandiaga Uno.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1220 responden yang tersebar di berbagai wilayah pada 7-14 September 2018. Hasilnya sudah menunjukkan angka perolehan dari seorang Joko Widodo sebesar 60,2 persen, sementara Prabowo sekitar 28,7 persen.

Survei tersebut dilakukan dengan mewawancarai responden. Margin eror 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei tersebut berbanding lurus dengan survei pada Mei 2018. Ketika itu dukungan responden terhadap Jokowi tercatat sekitar 57 persen sedangkan Prabowo sekitar 33 persen.

Menurut Djayadi, tren perolehan suara ini penting sebagai indikasi hasil akhir pada hari pencoblosan.

“Dari pengalaman sebelumnya, calon yang suara dukungannya unggul akan sulit dikalahkan,” ucap Djayadi di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

Djayadi menyoroti situasi politik saat ini hampir serupa ketika jelang pemilu 2009. Saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan petahana juga memiliki perolehan suara yang selalu lebih unggul dari musuh-musuh  politiknya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Yunarto Tantang Fadli Zon Dengan Perkataan Ini!
Cari Dukungan, Sandiaga Kunjungi Ponpes Sidogiri Untuk Ini!
Fadli Zon Tokoh Teater Mengaku Kalah Akting Ratna Sarumpaet!

 

Sebagai seorang petahana, SBY saat kembali terpilih sebagai presiden 2009-2014.

Bedanya, perolehan suara responden Jokowi saat ini lebih tinggi dibandingkan perolehan suara responden untuk SBY waktu itu.

Mengacu pada data jelang pemilu 2009 yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia, perolehan SBY pada survei terakhir yang dilakukan beberapa bulan jelang pemilihan yakni sebesar 48,6 persen. Sedangkan saat ini, Jokowi memperoleh sekitar 60,2 persen.

“Artinya sebagai seorang petahana posisinya Jokowi lebih baik daripada SBY. Kalau tidak ada perubahan, maka logikanya Jokowi bisa memenangkan pertandingan,” ucap dia.

Namun demikian, masih ada beberapa bulan hingga pada pemilu 2019. Angka perolehan Jokowi ini masih bisa berubah, tergantung pada isu politik yang bergulir nantinya. Misalnya terkait isu ekonomi.

Menurut dia, isu ekonomi merupakan salah satu isu fundamental yang juga bisa mempengaruhi persepsi publik atas petahana. Oleh karena itu, jika langkah-langkah atau kebijakan yang diambil jokowi kurang tepat, maka mempengaruhi hasil pada pemilu 2019 nanti.

SMRC prediksi Jokowi “apabila inflasi meningkat maka persepsi ekonomi negatif. Jika inflasi menurun persepsi ekonomi positif,” kata dia.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply