Curhatan Jenderal Idham Azis Terkait Penangkapan Buron Bank Bali Djoko Tjandra

Indoharian – Curhatan Jenderal Idham Azis Soal Penangkapan Djoko Tjandra
INDOHARIAN.COM – 3 news hari ini, Kapolri curhatan jenderal Idham Azis mengungkap kronologi penangkapan buron bank bali yakni Djoko Tjandra.
Berawal dari perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk dapat segera membawa pulang buronan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia mengenai pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali tersebut ke Tanah Air.
Curhatan jenderal Idham Azis setelah Tim pemburu Djoko Tjandra dibentuk, pihaknya langsung mengirimkan surat terhadap Kepolisian Diraja Malaysia.
Sebelum keberadaannya diketahui, Djoko Tjandra (4319208) disebut sering berpindah-pindah tempat untuk dapat mengelabui petugas.
Sedangkan itu, menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, serta Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md, rencana penangkapan Djoko Tjandra sudah disusun sejak dari tanggal 20 Juli.
Selain hal tersebut, banyak pihak yang mengusulkan supaya Presiden Jokowi menghubungi Pemerintah Malaysia agar segera menyerahkan Djoko Tjandra. Tetapi, seperti yang diketahui tertangkapnya Djoko Tjandra cukup melalui police to police.
SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya |
Kesalahan memasak daging |
Andrea Pirlo latih Juventus |
bocah SD korban tawuran |
Berikut deretan berita terpopuler di kanal News, sepanjang Jumat, 30 Juli 2020:
1. Cerita Kapolri Menangkap Djoko Tjandra: Dia Licik dan Kerap Berpindah Tempat
Bareskrim Polri menangkap Djoko Tjandra pada Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari Kamis 30 Juli 2020 malam. Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan penangkapan Djoko Tjandra adalah komitmen Polri dalam menegakkan hukum.
”Penangkapan tersebut adalah bentuk komitmen Polri membantu pemerintah dalam menangkap beberapa buronan kakap,” tegas Idham dalam keterangannya, pada hari Jumat (31/7/2020).
Idham bercerita bagaimana proses penangkapan Djoko Tjandra. Menurutnya, dua pekan lalu Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan dirinya dalam mencari sekaligus menangkap Djoko Tjandra. Idham selanjutnya membuat tim dalam memburu Djoko Tjandra.
Proses kerja sama tim membuahkan hasil sampai pada akhirnya keberedaan Djoko Tjandra didapatkan. Selanjutnya pada hari Kamis (30/7/2020), Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo berangkat ke Malaysia untuk memimpin proses penangkapan. Turut mendampingi Kadiv Propam Polri Irjen Sigit.
”Djoko Tjandra itu memang sangat licik serta sangat pandai. Dia kerap berpindah-pindah tempat. Tetapi, alhamdulillah berkat kesabaran serta kerja keras tim, Djoko Tjandra berhasil diamankan,” ucap mantan Kapolda Metro Jaya ini.
2. Mahfud Md: Penangkapan Djoko Tjandra Sudah Dirancang Sejak 20 Juli 2020
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, serta Keamanan Mahfud menyatakan dirinya tak kaget buronan kasus Cessie Bank Bali, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap oleh Kepolisian RI pada Malaysia.
”Saya tak kaget sebab operasi tersebut dirancang sejak tanggal 20 Juli. Jadi 20 Juli lalu, saya mau mengadakan rapat lintas kementerian serta aparat penegak hukum dalam membuat rencana operasi penangkapan,” ucap Mahfud di Jakarta, pada hari Jumat, 30 Juli 2020 dini hari.
Pada waktu tersebut, kata Mahfud, Indonesia Police Watch (IPW) serta banyak pihak mengusulkan supaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghubungi Pemerintah Malaysia agar segera menyerahkan Djoko Tjandra.
”Tapi waktu itu, Pak Listyo meyakinkan kami tak usah G to G. Curhatan jenderal Idham Azis Tetapi, cukup police to police. Kabareskrim pun berangkat pada malam tersebut,” ucap Mahfud.
Sumber: Liputan6.com
Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Curhatan Jenderal Idham Azis Indoharian news Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com