Gerindra Berebut Kursi MPR, Jokowi: Prabowo Gak Tau Malu

Beradu Kuat, PKB, Golkar, Gerindra Berebut Kursi MPR 2019, Siapakah Yang Akan Mendapatkannya?

Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com,

IndoharianGerindra Berebut Kursi MPR, Jokowi: Prabowo Gak Tau Malu

 

Indoharian – Belum juga diambil, Gerindra berebut kursi MPR sudah sangat panas. Setiap dari partai politik (parpol) terus memperebutkan posisi itu.

Klaim yang dilakukan oleh partai Golkar yang sempat mengaku sudah mendapatkan restu dari beberapa partai koalisi. Partai berlogo pohon beringin tersebut telah mengaku pembahasan pengisian posisi terebut kini tengah berjalan dan menunjukkan tanda-tanda itu.

Peryataan tersebut lantas ditanggapi bersama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurut dari seorang PKB, penetapan ketua MPR hendaknya berdasarkan figur kebutuhan bangsa. Hal tersebut akan lebih mudah diterima masyarakat untuk solusi permasalahan bangsa tersebut bisa ditemukan.

Sebelum itu, Ketua dari DPP Partai Gerindra berebut kursi MPR Sodik Mudjahid sangat mengklaim kalau Partai Gerindra mendapat kesempatan untuk duduk di kursi ketua MPR. Namun, Wakil dari Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad justru menyebutkan kalau ucapan Sodik merupakan pernyataan pribadi dari yang bersangkutan.

“Bahwa kemudian ada beberapa kader Gerindra yang kemarin sempat membuat statementsoal kursi MPR ini adalah pendapat pribadi,” ucap seorang Dasco, , pada hari Ahad (21/7/2019).

Dasco tidak menepis kalau isu itu merupakan isu yang menarik untuk di bicarakan. Namun, dirinya dapat memastikan kalau Partai Gerindra belum secara resmi membicarakan hal itu.

“Kita belum membahas soal legislatif, DPR, ataupun MPR. Semua keputusan tersebut ada di tangan Pak Prabowo yang biasanya sudah dekat-dekat pelantikan baru kemudian Pak Prabowo yang menentukan,” ucap Dasco.

Posisi pimpinan MPR saat sekarang ini memang sedang menjadi rebutan Golkar, PKB, dan juga partai Gerindra. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai sangat wajar perebutan kursi ketua MPR.

Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

“Ya setiap partai sangat berharap yang terbaik untuk menempatkan kadernya. Hal tersebut wajar,” ucap seorang Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Minggu.

Hasto menyebutkan, komposisi MPR sedianya berasal dari partai DPR dan DPD. Dirinya juga melanjutkan, khusus untuk posisi ketua, semua akan dimusyawarahkan terlebih dahulu untuk tugas MPR, terlebih dalam agenda penetapan haluan negara, dapat berjalan normal.

“Tentu saja kami akan berdiskusi bersama dengan semua partai untuk mencari beberapa sosok terbaik agar MPR dapat dikembalikan kepada fungsi utamanya,” ucap seorang Hasto.

Berbeda dengan kursi ketua MPR, Hasto menyebutkan, posisi pimpinan DPR sudah pasti akan diisi oleh PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019. Dirinya menyebutkan, hal itu juga mengacu pada Undang-Undang MD3.

Sementara hal tersebut, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily tidak sepaham berhubungan anggapan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa jabatan ketua MPR bukanlah posisi yang strategis. Menurut seorang Ace, posisi ketua MPR merupakan jabatan strategis kenegaraan yang memiliki posisi penting dalam sistem ketatanegaraan di dalam republik Indonesia.

“Sebagaimana termaktub di dalam konstitusi, MPR adalah simbol penting sebagai lembaga negara,” ucap seorang Ace, Minggu. Tidak hanya hal tersebut, Ace berpandangan bahwa MPR memiliki peran penting dalam mengawal tegaknya pilar-pilar kebangsaan dan kenegaraan bangsa Indonesia.

Satu suara bersama dengan Ace, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Daniel Johan juga sepakat bahwa jabatan ketua MPR merupakan posisi yang sangat bagus. “Sangat bagus karena tugas mulia mengawal dan menegakkan konstitusi. Jiwa raganya Indonesia,” kata seorang Daniel kepada, Minggu.

Daniel menyebutkan, PKB menilai Garis Besar Haluan Negara (GBHN) adalah hal yang sangat penting untuk meyakinkan keberlangsungan arah pembangunan. Hal itu masalahnyatugas ketua MPR menjadi penting untuk meyakinkan hal itu kepada para fraksi-fraksi.

Berhubung dengan posisi strategis, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai posisi ketua MPR tidak akan memberikan dampak secara signifikan untuk modal Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Hal tersebut terbukti ketika mantan ketua MPR tidak bisa bertarung dalam pilpres. “Karena fungsinya dan peran yang dimainkan MPR tidak maksimal,” kata seorang Pangi, Minggu.

Selain hal tersebut, Pangi sangat menganggap posisi ketua MPR tidak begitu strategis. Menurut dirinya, posisi ketua MPR tidak lebih sekadar hanya untuk gengsi. “Kita bisa lihat dari kewenangan yang mereka (MPR) punya,” ujar Pangi.

Direktur dari Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebutkan, secara elektoral posisi ketua MPR tidak ada lagi hubungannya dengan 2024. Namun, secara politik, kursi ketua MPR dinilai seksi karena MPR merupakan lembaga kenegarawanan.

Gerindra berebut kursi MPR “Di samping tersebut, MPR punya program rutin kebangsaan seperti sosialisasi empat pilar kebangsaan yang kerap dikapitalisasi sebagai bagian penetrasi dengan berbagai unsur rakyat,” ucap seorang Adi, Minggu.

Sumber :

Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *