banner 468x60

Ini Alasan Mengapa Menguap Menular

 KESEHATAN, NEWS
banner 468x60

Menguap Menular Karena Adanya Banyak Aktivitas di Otak

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Menguap Menular Karena Adanya Banyak Aktivitas di Otak

 

IndoHarian – Coba perhatikan, saat ada seseorang di dekat Anda sedang menguap, biasanya tanpa Anda sadari Anda pun juga cenderung akan menguap walaupun sebelumnya Anda tidak merasa ngantuk. Apa sebenarnya yang mendorong perilaku tersebut sehingga seseorang dapat ikut ‘tertular’ menguap atau menguap menular?

Sebuah penelitian yang dibeberkan di jurnal Current Biology pada tanggal 31 Agustus 2017 mengungkap bagaimana fenomena itu dapat terjadi.

Peneliti menyebut jika perilaku itu muncul karena adanya aktivitas di bagian otak kepala yang bertanggung jawab atas fungsi motorik.

Untuk mempelajari apa yang terjadi di otak seseorang saat melihat ada seseorang lain menguap, para peneliti melakukan sebuah pengamatan terhadap 36 orang dewasa.

Mereka diminta untuk menonton sebuah video orang lain yang sedang menguap. Dengan menggunakan stimuli magnetik transkranial atau disingkat TMS, para peneliti lalu mengukur aktivitas otak partisipan selama percobaan berlangsung.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Bejat!! Ini Modus Tukang Becak Cabul Melancarkan Aksinya
Warga Sukabumi Keracunan Daging Kurban, Apa Karena Sapi Rabies?
Viral, Dua Dokter Bertengkar Saat Operasi Persalinan

 

Dalam satu percobaan, sejumlah orang-orang diminta untuk mencoba dan menahan menguap saat sedang melihat video orang yang menguap.

Pada percobaan berikutnya, para peserta diberi instruksi yang sama, namun tetapi peneliti juga menambahkan arus listrik ke kulit kepala para partisipasan tersebut. Arus ini dimaksudkan utk merangsang korteks motorik yang diperkirakan dapat mengendalikan menguap.

Selama eksperimen berlangsung, peserta juga diminta untuk memperkirakan kemauan mereka untuk menguap.

Hasilnya, peneliti menemukan jika kecenderungan seseorang utk meniru menguap ini berkaitan dengan adanya tingkat aktivitas otak di korteks motor seseorang.

Semakin banyak aktivitas di daerah tersebut, maka kecenderungan seseorang untuk menguap menular semakin besar.

Hal tersebut terbukti ketika arus listrik dialirkan ke daerah tersebut. Dorongan untuk keinginan menguap turut meningkat.

Selanjutnya, para peneliti menemukan juga bahwa hanya sebagian yg sukses menolak keinginan untuk menguap. Saat partisipan diminta utk menolak menguap, dorongan untuk menguap justru meningkat.

“Dengan kata lain dorongan untuk menguap meningkat dengan seiring keinginan diri sendiri untuk mencoba menghentikan aktivitas menguap tersebut,” kata Georgina Jackson, profesor neuropsikologi kognitif di Universitas of Nottingham Inggris yg terlibat dalam penelitian ini.

Peneliti juga mengatakan jika perilaku menguap yang menular tersebut merupakan jenis echophenomenon. Dengan kata lain, hal itu adalah perilaku meniru orang lain secara tanpa kita sadari atau otomatis.

Echophenomena sendiri ada bermacam-macam jenisnya, termasuk di antaranya adalah echolalia atau meniru kata-kata seseorang dan echopraxia atau meniru tindakan perilaku seseorang.

Temuan lain juga menunjukkan jika menguap menular ternyata bukan hanya terjadi pada golongan manusia. Tetapi hewan lain juga, termasuk dengan anjing dan simpanse juga rentan mengalami fenomena ini.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply