Kronologi Balita Positif Narkoba DiSamarinda Usai Diberi Air Minum Oleh Tetangga

Balita Positif Narkoba DiSamarinda Usai Diberi Air
Indoharian – Balita Positif Narkoba di Samarinda, bayi laki-laki berinisial N (3) di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) positif narkoba usai meminum air yang diberikan oleh tetangganya. Hal ini membuat N sempat mengalami kondisi halusinasi, hiperaktif dan tidak bisa tidur selama dua hari hingga dikira kesurupan oleh orangtuanya.
Kejadian ini bermula pada saat korban bersama ibunya berkunjung ke rumah tetangganya yang berada di Kecamatan Sungai Pinang pada hari Selasa (7/6) sore. N yang kala itu kehausan kemudian diberi air minum di dalam botol oleh tetangganya. “Anaknya itu kan kehausan, sama tetangganya ini diambilkan lah air minum di dalam botol yang isinya sudah setengah,” ungkap Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur yang bernama Rina Zainun.
Sepulang dari rumah tetangganya, kelakuan N pun langsung berubah. Dia yang biasa tidur cepat menjadi tidak bisa tidur sama sekali. Selain itu, N juga terus saja ngoceh tak henti seperti sedang berhalusinasi. “Gejalanya itu dia aktif, tidak mau diam, mulutnya ngoceh terus dan tidak mau tidur. Awalnya ibunya mikir anak ini kesurupan,” ungkapnya.
Rina mengatakan setelah melihat gejalanya, ia lantas berkonsultasi dengan orangtua N untuk dilakukan proses tes urine. N pun dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Samarinda pada hari Rabu malam (8/6). “Rabu malam saya koordinasi dengan Kabid Keperawatan Rumah Sakit Jiwa. Akhirnya diarahkan untuk periksa air kencing, satu jam setelah itu hasilnya keluar ternyata positif metamfetamin (narkoba),” ungkapnya.
Setelah dinyatakan Balita Positif Narkoba di Samarinda, N kemudian dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, guna untuk menjalani perawatan. Sebab, dikhawatirkan kondisinya yang seperti itu bisa membuat balita tersebut drop. “Di rumah sakit umum diambil tindakan berupa opname karena dari pihak medis khawatir tentang kesehatan anak ini karena organ tubuh dipaksa untuk begadang dan tidak makan,” jelasnya. N diketahui menjalani rawat inap selama 4 hari di rumah sakit dan sudah diperbolehkan pulang pada hari Sabtu (10/6). Kondisi N juga telah berangsur-angsur membaik setelah mendapat perawatan.
SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya |
Demokrat Dan Nasdem Memanas Soal Cawapres Anies |
Suku Baduy Tolak Internet Masuk Kampungnya |
Viral! Rumor Jennie BLACKPINK Gabung Marvel |
Balita tersebut sudah dapat makan minum dan tidur teratur. Tetapi sampai saat ini N masih mengalami hiperaktif. “Kalau aktifnya masih, geraknya aktif, kalau untuk tidur sudah bisa tidur karena di rumah sakit sudah diberikan obat. Makan dan minum juga sudah bisa,” terangnya. Selain itu, N juga sudah bisa berkomunikasi dengan baik kembali. “Kemarin dia masih ngoceh-ngoceh sendiri enggak nyambung tapi sekarang diajak ngobrol nyambung,” jelasnya.
Rencananya N akan kembali dibawa ke rumah sakit pada hari Senin pekan depan untuk memeriksa kondisi perutnya. “Senin mau kontrol di rumah sakit untuk cek, dan dilakukan rontgen bagian perutnya,” tuturnya. “Tapi enggak tau nanti pada saat di rumah entar malam, karena tidak ada infus dan suntikan, kita liat aja malam ini bagaimana bisa tidur normal apa tidak,” katanya.
Ibu Korban Lapor Polisi
Terkait dengan kejadian yang menimpa anaknya, ibu korban berinisial M langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. “Kita sudah buat laporan dan sudah dapat bukti tanda lapor,” ujar Rina. Rina menyebut pihaknya telah membuat laporan pada hari Kamis (8/6). Dia juga menyebut Ibu korban bersama dengan anaknya dan beberapa saksi-saksi telah memenuhi panggilan polisi untuk melengkapi bukti laporan. “Untuk korban ini (kemarin) sudah pulang dari rumah sakit dan saat ini ikut bersama kami ke Polresta. Untuk Ibu korban saat ini juga sudah di BAP, jadi kita tunggu perkembangan dari pihak kepolisian seperti apa,” tuturnya.
Rina berharap kasus Balita Positif Narkoba di Samarinda yang menimpa N dapat bisa diusut tuntas dan pelaku yang sengaja atau tidak sengaja memberikan narkoba dapat dihukum. “Kami bicara di sini jelas ada korban anak di sini dan ada buktinya adalah hasil urine. Ada kelalaian yang dilakukan orang dewasa yang bisa menyebabkan adanya korban itu yang membuat kami harus bertindak,” bebernya.
Sumber : Detik
Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.comBerita Dunia Terbaru