Demokrat Soal Penjara Setnov, Ferdinand: Selayaknya Menkumham Yasonna Mengundurkan Diri

Indoharian – Demokrat Soal Penjara Setnov, Ferdinand Angkat Bicara!
Indoharian – Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat soal penjara Setnov Ferdinand Hutahaean memaksa yasonna Laoly segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).
Menurutnya, temuan Ombudsman Republik Indonesia yang menunjukkan bahwa narapidana kasus pengadaan e-KTP tersebut Setya Novanto menghuni kamar yang lebih luas dibandingkan di Lembaga Pemasyarakantan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (Jabar) menunjukkan Yasonna telah gagal.
Yassona, ujar dia, telah gagal untuk membina dan juga memperbaiki sistem kerja di Kemenkumham.
“Selayaknya Menkumham Yasonna mengundurkan diri, ya mungkin besok, besok pagi mengundurkan dirilah,” ucap Ferdinand pada hari Sabtu (15/9/2018).
Menurutnya, kasus dari seorang narapidana menghuni kamar lebih luas dibandingkan narapidana lainnya di Lapas Sukamiskin merupakan hal yang sudah berulang kali ketahuan oleh publik.
Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap tangan kepala Lapas Sukamiskin terkait jual beli fasilitas di penjara yang mayoritas dihuni narapidana kasus korupsi tersebut, beberapa waktu lalu.
SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya |
Kang Emil Undang Sandiaga Ke Bandung, Ini Penyebabnya! |
Prabowo Didukung Kader Golkar, NasDem Angkat Bicara! |
TERBONGKAR! Kedekatan Prabowo Dan Rizieq Sepert Ini! |
Meski menilai terjadi ketidakbecusnya, dia meyakini Jokowi tidak akan memiliki nyali untuk memecat Yasonna. Menurrut dirinya, kedaulatan dalam memberhentikan seorang pejabat setingkat menteri di kabinet yang dipimpin Jokowi berada di tangan para ketua umum partai politik pengusung pemerintah.
“Jokowi tidak akan berani pecat menteri, dia tidak berdaulat dalam kerjasamanya, yang berdaulat ketua umum partai politik. Jadi saya tidak bisa berharap kepada seorang Joko Widodo,” kata dia.
Praktik jual beli fasilitas di Lapas Sukamiskin pernah terungkap beberap waktu lalu setelah KPK menangkap tangan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein pada pertengahan Juli lalu.
Tidak lama berlalu, program televisi pun mengupas temuan sel mewah yang dihuni para napi koruptor di Lapas Sukamismin. Bahkan, dalam sidak itu Najwa Shihab menemukan kejanggalan sel yang ditempati Setya Novanto diduga palsu. Kecurigaan itu kemudian disampaikan Najwa kepada Yasonna.
Yasonna kemudian melakukan pengecekan, hasilnya ternyata benar. Sel yang ditempati Setya Novanto palsu.
Kini, sebulan berselang, giliran Ombudsman yang menemukan bahwa Setya Novanto menghuni ruangan yang lebih luas dibandingkan narapidana lain di Penjara Sukamiskin.
“Kamar luas, lebih bagus, penghuni misalnya Pak Setya Novanto memang lebih luas. Ukuran saya bingung, tapi dua kali lipat dibanding lainnya,” kata pimpinan Ombudsman RI, Ninik Rahayu seperti dikutip Antara, Jumat (14/9).
Ninik menyebutkan ruangan yang sempat terekspos media berbeda dengan kenyataan. Namun pada saat melakukan inspeksi tidak ditemukan fasilitas khusus lain di ruangan nya seperti pendingin ruangan, televisi maupun barang yang dilarang.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM pun juga membantah jika luas kamar Setya Novanto lebih luas ketimbang tahanan lain.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS Ade Kusmanto menyebutkan kamar Setya Nov di Lapas Sukamiskin menghuni kamar ber kuran 250x350cm, sama dengan tahanan lain.
“Kamar yang dihuni Setnov yang dihuni juga oleh narapidana lainnya,” kata Ade, Sabtu (15/9).
Demokrat soal penjara Setnov mengungkapkan di Lapas Sukamiskin terdapat 381 kamar dengan ukuran 250x350cm, sementara ukuran kamar 160x250cm sebanyak 163 kamar.
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate
aktor aktris Alam dan Entertainment News Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Demokrat Soal Penjara Setnov Foto Indoharian kesehatan kriminal kuliner kulinerAlam dan Entertainment News news olahraga otomotif Politik teknologi Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com Ulasan Teknologi Video wisata