Hambatan Berkoalisi Dengan Jokowi Untuk Demokrat Adalah Perbedaan Pandangan

Indoharian – Inilah Yang Menjadi Hambatan Berkoalisi Dengan Jokowi
Indoharian – Partai Demokrat mengatakan ada rintangan dan Hambatan Berkoalisi Dengan Jokowi, paling tidak Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melihat ada dua hal yang menjadikan rintangan dalan membangun koalisi dengan kubu Joko Widodo.
Ferdinand menegaskan, hubungan personal yang tidak baik antara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menjadi hal yang paling utama.
“Salah satunya adalah hubungan personal dengan Megawati yang tidak pernah baik hingga sekarang,” ungkap Ferdinand.
Ferdinand mengatakan, mereka berdua untuk duduk dalam satu meja pun sangat sulit.
“Jadi bagaimana mau membicarakan bangsa secara bersama – sama?” ujarnya.
“Sementara Demokrat meminta ada mutual respect, nah ini kan tidak ada, maka di artikan Demokrat tidak akan mungkin ada disana,” ungkapnya.
Hambatan Berkoalisi Dengan Jokowi yang kedua adalah cara pandang, ia menjelaskan PDI Perjuangan melihat tidak ada masalah di dalam bangsa ini, sementara itu, bagi Demokrat, banyak sekali masalah yang terkait dengan nasib rakyat, perbedaan cara pandang inilah yang menjadi rintangan dan halangannya.
SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya |
Mantap!!! BI Proyeksikan Defisit Untuk Hal Ini |
Hambatan Koalisi Demokrat Disebabkan Faktor Internal |
SBY-AHY Bertemu Prabowo, Begini Yang di Bahas Oleh Kedua Oposisi |
“Bagaimana bangsa mau di perbaiki jika sudah di anggap baik semua?,” ujarnya.
Untuk itu, ia menilai Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung harus lebih banyak untuk bertanya kepada Megawati apakah beliau bersedia bersama SBY?
“Mungkin Pramono Anung harus lebih banyak nanya lagi kepada bu Mega, apakah bu Mega itu bersedia berkoalisi dengan SBY? Karena sejak awal SBY sudah sangat bersedia,” ungkapnya.
Ia juga menyayangkan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menanggapi pengakuan SBY terkait dengan banyaknya rintangan dan hambatan untuk Partai Demokrat dalam menjalin koalisi dengan Jokowi.
Menurutnya, isu yang di sampaikan oleh SBY bukan dalam posisi sebagai Presiden, melainkan sebagai Calon Presiden (Capres).
Ferdinand mengatakan, karena ini adalah isu tentang Hambatan Berkoalisi Dengan Jokowi itu bukan tentang kinerja dari presiden, seharusnya PDI Perjuanganlah yang menanggapinya, bukan seorang mensekab.
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate
Alam dan Entertainment News Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Foto Hambatan Berkoalisi Dengan Jokowi Indoharian kesehatan Politik Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com Ulasan Teknologi Video