Ngeri! Kerusuhan Pecah Gegara Remaja Ditembak Polisi Prancis

Kerusuhan Akibat Remaja Ditembak Polisi Prancis
Indoharian – Kerusuhan di Prancis kini semakin parah gegara tewasnya seorang Remaja Ditembak Polisi Prancis. Otoritas Prancis kini bahkan menerapkan jam malam demi meminimalisir aksi kericuhan akibat protes dari para Warga Prancis.
Menurut pemberitaan setempat, Jumat (30/6/2023), polisi Prancis bahkan sudah menangkap lebih dari 400 orang yang memprotes aksi penembakan remaja yang diketahui bernama Nahel. Unjuk rasa tersebut pun diwarnai dengan pecahnya kerusuhan selama tiga malam berturut-turut di beberapa kota di Prancis.
Catatan keamanan kepolisian Prancis menunjukkan bahwa otoritas setempat memperkirakan aksi kekerasan terjadi di wilayah perkotaan, dengan diturunkannya sekitar 40.000 polisi dan gendarme, serta unit RAID dan GIGN, turut dikerahkan di beberapa kota di Prancis.
RAID yang merupakan satuan elite milik Kepolisian Prancis bahkan harus dikerahkan ke Bordeaux, Lyon, Roubaix, Marseille dan Lille demi membantu menangani unjuk rasa yang terjadi di kota-kota tersebut.
Kini setidaknya sudah ada tiga kota di sekitar wilayah ibu kota Paris yang menerapkan jam malam, sementara untuk larangan pertemuan publik juga telah diberlakukan dengan penjagaan dari helikopter dan drone yang dimobilisasi di kota tetangga seperti Lille dan Tourcoing.
Meskipun pengerahan keamanan sudah dilakukan secara besar-besaran, namun tindak kekerasan dan kerusakan tetap saja dilaporkan terus terjadi di berbagai wilayah Prancis.
SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya |
Ini Nih Penampakan Sapi Termahal di Dunia |
Pengamat: Duet Ganjar dan RK Mendominasi |
Demokrat Usulkan Agar Yenny Wahid Cawapres Anies |
Gerald Damanin yang merupakan Menteri Dalam Negeri Prancis menuturkan kepada BFMTV bahwa sedikitnya sudah ada 421 orang yang telah ditangkap oleh pihaknya dalam unjuk rasa akibat seorang Remaja Ditembak Polisi Prancis.
Tidak ada konfrontasi yang sangat kasar yang terjadi dalam aksi kontak langsung dengan polisi, akan tetapi terdapat sejumlah toko yang dirusak, tempat bisnis yang dijarah atau bahkan sudah dibakar. Sebut salah seorang pejabat senior dari kepolisian setempat.
Salah satu kelompok pegiat Jaringan Eropa Melawan Rasisme kini pun menuntut agar pihak Prancis segera membentuk badan independen demi menyelidiki kasus Nahel, salah seorang Remaja Ditembak Polisi Prancis, hanya gegara pelanggaran lalu lintas.
Berakhirnya masa depan milik seorang anak muda yang begitu cepat hanya karena aksi kekerasan oleh polisi yang sangat rasis, dan kami menuntut keadilan serta reformasi segera. Kata Kelompok tersebut, Kamis (29/06).
Sumber: Detik
Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.comBerita Dunia Terbaru