Mengungkap Big Data Luhut Binsar Pandjaitan

Mengungkap Big Data Luhut Binsar Pandjaitan
IndoHarian – Luhut Binsar Pandjaitan yang kini menjabat sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi mengklaim mempunyai big data suara dari 110 juta orang pengguna medsos yang menginginkan pemilu 2024 ditunda. Big data luhut binsar pandjaitan soal Wacana pemilu ditunda ini pun ditentang keras oleh sejumlah partai.
Big data ini awalnya dikemukakan Luhut dalam sebuah acara podcast di channel YouTube Deddy Corbuzier. Dalam perbincangannya di dalam podcast tersebut, Luhut menjelaskan pihaknya memiliki big data yang isinya merekam banyak aspirasi publik di media sosial tentang Pemilu 2024.
“Begini, karena kita kan punya big data, dari big data itu, kira-kira ada sekitar 110 juta. Iya, 110 juta, dari berbagai macam platform, Facebook, Twitter, kira-kira adalah sekitar 110 juta oranglah,” kata Luhut.
Dari data tersebut, Luhut mengatakan, masyarakat kelas menengah ke bawah ingin agar kondisi sosial politik yang tenang dan damai. Masyarakat, kata Luhut, tidak ingin adanya gaduh politik dan lebih menginginkan kondisi ekonomi yang lebih ditingkatkan.
“Kalau kelompok menengah ke bawah ini, pokoknya pengennya tenang, ingin bicara soal ekonomi, tidak mau lagi kejadian seperti kemarin. Kemarin kita kan ibaratnya sakit gigi dengan istilahnya kampret-lah, cebong-lah, kadrun-lah, itu kan tidak bagus. Masa mau terus-terusan kaya begitu,” ujarnya.
Masih dari big data Luhut Binsar Pandjaitan, dia mengatakan rakyat Indonesia banyak yang  mengkritisi dana 100 triliun Rupiah lebih hanya untuk Pemilu 2024 saja. Dana ratusan triliun ini memang yang mengajukan KPU kepada DPR dan Pemerintah. Ucapan Luhut yang kemudian menuai banyak panen kritikan dari berbagai pihak yang kontra dengan pemilu ditunda.
Luhut mengklaim juga bahwa data itu benar adanya, namun tidak ingin membukanya ke publik. Dia mempertanyakan persoalan mengapa data ini harus dibuka.
“Ya pasti ada lah, masak saya bohong? Ya janganlah, buat apa juga dibuka?” kata Luhut di Hotel Grand Hyatt Jakarta saat ditanya oleh para wartawan.
Luhut kemudian mengungkap berbagai alasan soal wacana pemilu ditunda itu mengemuka. Luhut mengatakan dia mendapat beberapa keluhan dari banyak masyarakat mengenai pemilu 2024 nanti.
Selain dari big data Luhut Binsar Pandajitan juga mengatakan usul penundaan pemilu adalah salah satu bagian dari demokrasi di Indonesia. Dia mengatakan usulan itu tetap akan melalui proses di DPR hingga MPR sesuai UU yang berlaku.
Sumber : Detik.com
Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com