Pengamat soal Sriwijaya Air Jatuh di Kepulauan Seribu: Umur Tidak Ada Pengaruhnya Dalam Penerbangan Ini

Indoharian – Pengamat soal Sriwijaya Air Jatuh: Pesawat Sudah Tua
INDOHARIAN.COM – Seorang pengamat soal Sriwijaya Air dan sangat menegaskan jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Pulau Seribu, Jakarta, tak ada hubungannya dengan usia pesawat jatuh yang sudah tua.
“Walaupun pesawat usianya sudah 26 tahun, tapi asal perawatannya baik tidak ada masalah. Kemudian pesawat ini juga pernah dikandangkan oleh Sriwijaya antara 23 Maret sampai tanggal 23 Oktober, tahun lalu. Setelah itu sudah aktif lagi terbang,” ucap seorang pada hari Sabtu (9/1/2020).
Pengamat soal Sriwijaya Air dan berdasarkan grafik kecepatan dan juga informasi lainnya, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 kehilangan ketinggian sangat drastis.
“Pesawat kehilangan ketinggian secara drastis pada ketinggian 10 ribu kaki, sedangkan kecepatan vertikal atau kecepatan turunnya mendekati 3 0ribu kaki per menit. Jadi kalau ada di ketinggian 10 ribu kaki, pesawat terhempas ke permukaan hanya butuh sepertiga menit atau 20 detik,” ujar Alvin
Kemungkinan besar, lanjut seorang Alvin, waktu pesawat turun, kehilangan ketinggian sedemikian sangat cepat, pesawat sudah tak dapat lagi dikendalikan.
Jika ditanya masalah kemungkinan penyebab pesawat jatuh, Alvin mengatakan kemungkinan cuaca buruk tak dapat menjadi alasan.
SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya |
10 Jam Diperiksa, Begini Lanjutan Kasus Video Porno GA |
VIRAL! Fadli Ngelike Situs Porno Dan Dilaporkan Ke Bareskrim |
Perjalanan Abu Bakar Baasyir Sang Teroris Bom Bali |
“Untuk unsur cuaca, rasa-rasanya nggak segitunya (pesawat sampai kehilangan ketinggian drastis) karena di saat yang sama banyak pesawat melakukan penerbangan di wilayah yang sama,” ucapnya.
Kemungkinan yang lain, pesawat mengalami masalah dengan sistem kendali. Kalau masalah terjadi pada mesin, kondisi jatuhnya pesawat tak akan seperti yang dialami oleh seorang Sriwijaya Air SJ182.
Alvin juga sangat menjelaskan kalau mesin bermasalah, pesawat masih dapat melayang, begitu pula kalau dua mesin mati. Pesawat masih dapat melayang dan juga dikendalikan untuk mendarat darurat.
Alvin juga sempat mengecek tak ada may day call ataupun panggilan darurat. Pilot pun tak ada melaporkan kerusakan ataupun kondisi darurat ke pihak air traffic controller (ATC) ataupun pengatur lalu lintas penerbangan.
“Kemungkinan ini terjadi sedemikian cepat dan mendadak, sehingga pilot tidak sempat berbuat apa-apa,” ujarnya.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dapat dipastikan jatuh di Kepulauan Seribu. Pihak Basarnas juga memperkirakan pesawat jatuh di antara Pulau Lancang dan juga Pulau Laki.
Sebelum pengamat soal Sriwijaya Air dan dilaporkan mengalami hilang kontak pada hari Sabtu (9/1/2020), pukul 14.40 WIB. Pesawat terbang dari bandara Soekarno-Hatta pada jam 14.36 WIB dan juga seharusnya mendarat di Bandara Supadio, Pontianak pada jam 15.15 WIB.
Sumber: CNNIndonesia
Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news pengamat soal Sriwijaya Air Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com