Polisi Pakai Anjing PelacakĀ Dan Diharapkan Bisa Temukan Puluhan Korban Banjir yang di NTT

Indoharian – Polisi Pakai Anjing Pelacak, Untuk Cari Korban Hilang NTT
INDOHARIAN.COM – Polisi Pakai Anjing Pelacak atau SAR Dog untuk membantu pencarian korban hilang usai bencana banjir bandang akibat siklon atau angin ribut Seroja di sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan puluhan korban masih hilang hingga lima hari pasca bencana tersebut. Kabupaten Lembata, Flores Timur dan Alor merupakan dua wilayah yang masih melaporkan korban hilang.
Jenis satwa K9 yg dikerahkan untuk pencarian adalah, pointer satu ekor, anjing gembala Jerman dua ekor dan Belgian Malinois tiga ekor. “Seluruhnya memiliki kemampuan Cadaver (pencarian mayat),” Katanya. Hingga saat ini masih ada puluhan warga yang belum ditemukan, pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Adonara serta Lembata. Diperkirakan puluhan orang ini tertimbun material lumpur dan tanah pasca bencana alam ini.
SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya |
Mudik Tidak Bisa Dilarang, Karena Sudah Menjadi Budaya |
Mantap!! Mucikari Kelapa Gading Ditangkap, Ketika Beraksi |
News! Ahok Ketemu Gibran, Ternyata Untuk Ini |
“BNPB mendapatkan dukungan Polri dan Jakarta Rescue untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi dengan SAR dog di lokasi tersebut,” ujar Jati dalam keterangannya, Jumat (9/4).Jati mengatakan ketujuh anjing SAR Dog itu didatangkan dari sejumlah unit kepolisian, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, maupun Jawa Tengah.
Raditya mengatakan, Polisi Pakai Anjing Pelacak dalam proses pencarian satu SAR dog berada di Adonara dan 4 SAR dog di Lembata. Lalu Jakarta Rescue menyiagakan 2 SAR dog lain di Kupang. Rencananya, satu SAR dog juga akan diturunkan ke Kabupaten Kupang besok. Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan penggunaan SAR dog sangat membantu petugas mencari korban dan mengarahkan alat berat di lokasi.
Pencarian dan evakuasi di lapangan dibantu oleh Basarnas, TNI, Polri, SAR gabungan, sukarelawan dan warga setempat. Sejauh ini, katanya, mesin berat dan kekurangan alat berat menghambat operasi di lapangan.
Meski Polisi Pakai Anjing Pelacak, dia mengatakan masing-masing posko terus melakukan upaya penanganan darurat seperti pencarian dan evakuasi korban, pelayanan warga di pengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan maupun pembukaan akses yang terisolasi. “Terkait dengan pendataan, ini masih bersifat dinamis. Pemutakhiran data akan dilakukan secara periodik dan disampaikan kepada masyarakat,” kata dia. “SAR dog efektif untuk menyasar jenazah yang tertimbun,” ujar Doni pada Kamis (8/4) secara virtual dalam konferensi pers.
Sumber : CNNIndonesia
Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Polisi Pakai Anjing Pelacak Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com