Peresmian Ibukota baru Indonesia telah di umumkan oleh Joko Widodo pada hari Senin kemarin, dan Pulau Kalimantan resmi menjadi Ibu Kota Republik Indonesia

Indoharian – SAHH! Peresmian Ibukota baru Indonesia telah di Kumandangkan
Indoharian – Hari ini tepat pada hari Selasa, 27/08/2019 Jokowi umumkan peresmian Ibukota baru Indonesia yang bertepatan di kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Banyak politikus yang mengkritik soal pemindahan Ibu kota yang dilakukan oleh seorang Joko Widodo, padahal ini untuk kebaikan dan kesejahteraan Indonesia di masa yang akan mendatang.
Ada 4 alasan Presiden ke 7 RI yang bernama Joko Widodo itu memindahkan Ibu kota ke Kalimantan Timur. dan telah di umukan tentang peresmian Ibukota baru Indonesia.
1. Penduduk Pulau Jawa sudah terlalu ramai
Survei penduduk pada tahun 2015 silam mengatakan, 56,56% warga Indonesia yang berada di Pulau Jawa. Sementara itu di pulau lain di Indonesia masih kurang dari 10 persen orangnya, kecuali di pulau sumatera.
Penduduk di pulau Sumatera sebanyak 21,78% dari semua warga Indonesia atau sebanyak 56,932,400 juta jiwa.
Sedangkan di Kalimantan, presentase penduduk Indonesia cuman 6,05 persen atau kurang lebih 15,801,800 juta orang.
Sementara itu di Maluku dan juga Papua juga memiliki orang yang sangat kecil, yaitu 2,72 persen atau 7.103.500 juta jiwa.
SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya |
komposisi DPRD DKI |
kehangatan Ahok |
NasDem tiru Ahok |
2. Kontribusi ekonomi kepada PDB
Alasan yang kedua ini ialah kontribusi ekonomi pulang yang terlalu kepada pertumbuhan ekonomi RI atau Produk Domestik Bruto (PDB), sangat kecil untuk mendominasi. Sementara pulau yang lain sangat jauh ketinggalan.
Jokowi sangat ingin untuk menghapus panggilan “Jawasentris” sampai kontribusi ekonomi di pulau yang lain juga harus digenjot.
Berdasarkan dari penelitian Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018, sangat berkontribusi untuk ekonomi kepada PDB di dalam pulau Jawa sebesar 58,49 persen.
3. Kehabisan ketersediaan air
Penyedia air bersih adalah menjadi salah satu concern pemerintahan di dalam untuk menentukan salah satu lokasi untuk dijadikan Ibu kota baru.
Di Pulau Jawa saat melakukan survei dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2016, mengalami krisis air yang sangat parah.
4. Konversi lahan di Jawa Mendominasi
Hasil modeling KLHS Bappenas pada tahun 2019 sangat menunjukkan, konversi lahan yang besar adalah di pulau Jawa.
Proporsi konsumsi lahan yang telah di bangun di pulau Jawa mendominasi, bahkan pencapaiannya lima kali lipat dari pulau Kalimantan.
Peresmian Ibukota baru Indonesia telah diumukan oleh Joko Widodo pada Senin, 26/08/2019.
Sumber: Kompas
Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Peresmian Ibukota baru Indonesia Politik Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com