Usai Pemilu, Sandiaga Diusir Prabowo

Sandiaga Diusir Prabowo Karena Mendukung Paslon No 01 Secara Tidak Langsung

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – Usai Pemilu, Sandiaga Diusir Prabowo

IndoharianSandiaga Diusir Prabowo, Pilpres 2019 ini masih punya persamaan dengan Pilpres sebelumnya. Sama-sama ada klaim kemenangan dari Prabowo, sama-sama ada sujud syukur berjamaah atas kemenangan yang sebenarnya berita palsu alias hoax.

Bedanya, kemarin Sandi tidak mengikuti deklarasi kemenangan dan sujud syukur bersama Prabowo. Erwin bilang Sandi sedang dalam kondisi tidak sehat, cegukan yang terjadi dari jam 10 pagi, sehingga tidak bisa mendampingi Prabowo. Sementara Ferdinan kancut merah mengatakan Sandi sedang bertemu ulama dan purnawirawan.

Dua kali Prabowo memberikan keterangan dan klaim kemenangan, dua kali pula Sandi tidak ikut serta mendampingi. Dua alasan dari Erwin ataupun Ferdinan kancut merah itu sama sekali tidak masuk akal. Karena bagaimanapun, klaim atau deklarasi kemenangan harus dilakukan bersama-sama.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Menurut informan Seword yang kemarin hadir di Kartanegara, ada insiden pengusiran. Sandiaga diusir Prabowo karena memberikan saran untuk tidak melakukan deklarasi apapun sebelum putusan resmi KPU. Saran ini dimaksudkan untuk menjaga etika politik, agar cerita kekalahan 2014 tidak terulang di 2019.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Papua Batal Laksanakan Pemilu 2019 Ini Sebabnya!!
MAMPOS! Berharap Menang, Caleg PKS Tercyduk Bagi-Bagi Amplop
Sidang Idrus Marham Ditunda Kok Bisa?? Ini Sebabnya!!

Mendengar saran Sandiaga, Prabowo pun langsung naik pitam dan marah-marah. Gebrak meja lagi. “Apa alasan anda?!” tanya Wowo dengan suara meninggi. Sandipun mengingatkan tentang pentingnya etika politik.

“Silahkan keluar dari koalisi ini,” jawab Prabowo. Sementara Sandiaga masih berdiam diam dalam seribu bahasa, menenangkan suasana.

“Artinya sodara secara tidak langsung mendukung pasangan “bajingan” menang,” ucap Prabowo lagi.

“Saya lebih baik kehilangan nyawa dibanding kehilangan harga diri, klaim menang taunya yang dilantik orang lain,” jawab Sandi.

Sandi sebenarnya hampir ingin menjawab, namun suasana sudah sangat panas. Presiden PKS dan beberapa orang ikut menenangkan dan membawa Sandi keluar. Sementara kelompok Prabowo yang didampingi beberapa tokoh ormas radikal, tetap melakukan deklarasi kemenangan.

Cerita ini sudah tersebar di kalangan wartawan yang hadir di Kartanegara kemarin. Cerita ini juga juga pasti diketahui oleh orang-orang yang berada di atas panggung untuk mengklaim kemenangan. Namun pada akhirnya mereka tetap melanjutkan sandiwara ini.

Maka jika kita melihat beberapa orang tidak hadir dalam deklarasi kemenangan, ya itu karena mereka tak mau menanggung malu untuk 5 tahun ke depan. Sebaliknya, para pengikut Prabowo kemarin memang adalah orang-orang yang sebelumnya sudah sangat-sangat memalukan.

Semula saya pikir Prabowo ini hanya dipengaruhi oleh politisi yang tidak baik di sekelilingnya, yang membodoh-bodohi dirinya lewat quick count abal-abal. Tapi tampaknya Prabowo sendiri juga bodoh maksimal. Ya lihat saja di tahun 2014 dia sudah dibodoh-bodohi, sekarang masih juga dibodoh-bodohi. Seperti keledai yang jatuh di lubang yang sama.

Prabowo kelihatannya sangat frustasi dan ambisius ingin menang. Bukan hanya terlihat dari berkali-kali ikut Pilpres, tapi juga sudah dua kali mengklaim menang padahal kalah.

Setelah dikeluarkan dari militer, nampaknya tujuan hidup Prabowo hanya berkuasa. Karena hanya dengan memegang kekuasaan itulah dia bisa memimpin TNI, institusi yang dulu memecatnya.

Sementara Sandiaga, kelihatannya dia sadar bahwa karir politiknya masih sangat panjang. Dia tentunya tidak ingin ditertawakan. Sebagai pengusaha dan kalangan terdidik, Sandi juga pasti tak mau melawan teori statistik.

Sandi masih bisa kembali mengambil kursi Wagub DKI yang ditinggalkannya beberapa waktu lalu. Sandi juga masih punya kans yang sangat besar untuk maju di Pilpres 2024. Maka wajar kalau dia sangat hati-hati.

Biarpun Gerindra tak mau lagi mendukung Sandi di Jakarta maupun Pilpres 2024, tapi fakta menyebutkan bahwa Sandi adalah satu-satunya orang dengan elektabilitas tertinggi dibandingkan Prabowo. Bahkan jika Prabowo harus melawan Sandi di 2024, Prabowo dipastikan akan kalah lagi.

Walau bagaimanapun, ini hanya cerita dari kejadian yang cukup emosional dan sekilas. Prabowo mungkin sedang emosi, Sandi juga lagi emosi. Keduanya bisa berbaikan lagi dalam beberapa waktu ke depan, setelah Prabowo bisa menerima kekalahannya. Sehingga pada akhirnya Sandi bisa kembali menjadi Wagub DKI.

Mari kita doakan tensi darah Prabowo tetap stabil, agar beliau selalu diberikan kesehatan dan bisa hadir dalam pelantikan Presiden Jokowi dan Kiai Maruf Amin. Karena kalau sampai Prabowo sakit atau bahkan meninggal dunia, bisa-bisa aneka macam hoax akan tercipta dengan beragam teori konspirasi. Tentunya kita semua tidak ingin hal itu terjadi. Begitulah kira-kira, Sandiaga Diusir Prabowo.

Sumber : Seword

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *